Advertise in this space

Player to Watch: Robbie Gaspar

November 24, 2011

Catatan khusus dari mengbal.com perihal partai perdana IPL antara Persib vs Semen Padang: terkuncinya 2 Defensive Midfielder (DM) Persib, Toni Sucipto dan Hariono. Dua orang yang semestinya menjadi jantung permainan itu gagal bekerja sama dalam formasi 4-2-3-1 yang diinginkan Drago Mamic. Ini mengakibatkan ada mata rantai yang cenderung hilang antara backline dan gelandang serang.

Ini sedikit banyak bisa dimaklumi mengingat tipikal Hariono sebagai gelandang bertipe destroyer yang tugasnya menghancurkan semua alur serangan lawan. Sedangkan Toni Sucipto, yang diharapkan jadi seorang passer, malah terlihat bingung menjalani peran antara menjadi breaker atau passer murni. Lagi-lagi menjadi dapat dimaklumi karena memang di klub sebelumnya Toni hampir tidak pernah bermain menjadi double pivot. Kalaupun bermain di posisi itu, Toni biasanya menjadi gelandang bertahan tunggal dalam pola 4-4-2 diamond, sebuah skema yang memberikan dia space lebih luas dalam bermain.

Dalam kondisi seperti ini, Persib benar-benar membutuhkan gelandang bertahan yang bisa menjadi dirijen permainan, penghubung antar lini belakang ke pos gelandang serang, dan pemain yang fasih mendikte alur permainan serta pandai memainkan tempo. Sebetulnya ada nama Hendra Ridwan, pemain jebolan TC Asean Games Qatar 2006, yang sebenarnya seorang DM. Tetapi kelihatannya Drago Mamic lebih suka memproyeksikan Hendra sebagai pemain “serba-bisa”, yang disiapkan untuk menjaga situasi apa pun, termasuk bermain di posisi mana pun, baik di kiri atau kanan, baik sebagai full back atau flank.

Mamic tampaknya menyadari hal tersebut. Ini terlihat dari didatangkannya Robbie Gaspar. Saga transfer yang baik menurut saya. Kenapa dibilang baik? Karena memang dia pemain yang dibutuhkan Persib musim ini, yang karakter bermainnya tidak dimiliki oleh pemain lain. Ibarat kita ingin membuat kopi dan sudah tersedia gula, kopi dan gelasnya, Persib tidak membeli gelas baru dan kopi baru seperti yang selama ini sering dilakukan beberapa musim ke belakang, tapi Persib mendatangkan sendok. Satu hal “kecil” tetapi sangat dibutuhkan agar ramuan dan sistemnya bisa berjalan.

courtesy: simamaung

Robert Mark Gaspar, nama lengkap pria kelahiran Fremantle, Autralia Barat 7 Februari 1981 akhirnya mendarat dan melakukan latihan perdananya di lapangan Brigif, Cimahi, Bandung. Hanya perlu kurang dari dua jam latihan, Gaspar telah membuat Mamic kepincut dan memaksa manajemen sesegera mungkin mengontraknya. Kebetulan saya saat itu datang melihat latihan perdana Gaspar.

Di lapangan dengan kondisi rumput yang terbilang tidak baik, atau kalau tidak mau dibilang buruk, kualitas passing Gaspar tetap terjaga. Jarang, atau hampir tidak pernah dia melakukan salah passing. Hal ini dimungkinkan karena memang Gaspar telah bermain di Indonesia sejak tahun 2005. Dan dia pernah bermain di Tangerang dan Balikpapan yang notabene mempunyai stadion dengan kondisi rumput yang lumayan alakadarnya. Artinya, Gaspar pemain asing yang “siap pakai”. Kondisi rumput yang buruk tidak akan menjadi masalah berarti untuknya. Satu keuntungan untuk tim, karena tim menjadi tidak membutuhkan waktu lama untuk membiarkan pemain asing beradaptasi dengan kondisi rumput stadion-stadion di Indonesia.

Selain itu, Gaspar yang posisi naturalnya seorang DM, juga bisa ditempatkan di beberapa posisi berbeda. Dengan kekuatan kaki kiri yang lebih dominan Gaspar pun fasih bermain menjadi bek kiri. Dia juga opsi pertama yang akan dipasang Drago Mamic di pos bek tengah apabila duet Maman dan Abanda terpaksa absen. Di Malang, posisi bek tengah dan bek kiri sudah biasa dia mainkan. Kemampuannya dalam melakukan passing, keeping bola dan mengatur tempo juga memungkinkan Gaspar menjadi alternatif jika Radovic terpaksa absen. Keuntungan lain dengan adanya Gaspar adalah kita mempunyai alternatif selain Radovic dalam keadaan di setiap set piece. Terutama set piece di area kiri pertahanan lawan. Pendeknya, kehadiran Gaspar membuat Mamic punya banyak pilihan pada pola permainan dan di komposisi pemain yang diturunkan. [lihat gambar di bawah ini]

Beberapa posisi yang bisa dimainkan oleh Robert Gaspar

Sebagai pemain yang positi naturalnya adalah DM, Gaspar punya kemampuan passing panjang dan pendek sama baiknya. Dia pemain yang lebih menggunakan “otak” ketika bermain. Ada masalah memang pada kemampuan speed-nya, tapi dari beberapa partai ujicoba, kelemahannya bisa ditutupi dengan kemampuan membaca permainan. Dia tidak akan pernah memberikan pemain lawan space untuk beradu lari dengannya.

Pada partai ujicoba perdananya di stadion Siliwangi Bandung, melawan Saint Prima pada tanggal 2 November 2011 , Gaspar ditempatkan bermain sedikit di belakang Radovic pada pola 4-4-2.

Ada satu perbedaan dengan hadirnya Gaspar. Aliran bola dari dua bek tengah (Maman dan Abanda) ke Radovic menjadi terhubungkan oleh Gaspar. Rantai yang putus selama ini menjadi lebih terisi. Persib akhirnya bisa nyaman memainkan bola pendek dimulai dari lini pertahanan.  Selama ini, ada kesan ketidakpercayaan dari pos lini belakang untuk memberikan bola pertama saat serangan pada DM. Akibatnya, direct passing ke depan menjadi cara yang sering diambil para penghuni pos lini belakang.

Persib menang 5-0 di pertandingan itu, tetapi seperti lazimnya partai ujicoba, hasil akhir bukanlah yang utama. Koordinasi permainan yang lebih diperhatikan. Persib kembali bisa menghadirkan permainan dengan bola-bola pendek. Dan Gaspar-lah sore itu yang mengatur semua tempo kapan tim harus bermain cepat, dan kapan tim harus men-delay permainan. Satu catatan di tambahan, Gaspar menjadi orang yang tak henti-hentinya berteriak menyemangati rekan satu timnya, terutama para pemain muda yang turun di babak ke dua. Dia orang pertama yang mendatangi Sigit untuk memberikan “tos” ketika Sigit berhasil mencetak gol. Setelah Dadang Hidayat, saya belum pernah lagi melihat ada orang di tim ini yang bermain sambil memotivasi rekan-rekannya secara konstan selama dua babak.

Dalam tiga partai ujicoba melawan St. Prima, Persikab, dan Persipasi, Mamic lebih sering menurunkan Gaspar dan Radovic untuk bermain bersamaan di pola 4-4-2 pada awal laga. Pembagian tugasnya sederhana, Gaspar yang mengatur aliran bola di area setengah pertahanan, dan Radovic yang bertugas mengambil alih bola di area setengah penyerangan. Dalam posisinya yang bermain lebih ke dalam, Gaspar bergerak antara sepertiga daerah sendiri dan sepertiga daerah kedua. Dominasi pergerakan Gaspar paling banyak antara ke samping kiri dan turun ke bawah meng-cover center back[lihat gambar di bawah ini]

Covered area antara Miljan Radovic dan Robbie Gaspar dalam skema 4-4-2 seperti yang terlihat dalam tiga ujicoba terakhir

Hal ini pula yang menyebabkan kecenderungan passing Gaspar lebih banyak ke lebar lapangan dan back pass ke lini belakang. Karena untuk tugas passing langsung ke daerah pertahanan lawan, biasanya Radovic yang melakukannya. Jika pun Gaspar melakukan long pass ke depan, area yang disasar oleh Gaspar cenderung mengarah ke arah flank, bukan kepada target man. [lihat gambar di bawah ini]

Area passing Robbie Gaspar yang paling dominan terlihat saat ia bermain sebagai DM dalam pola 4-4-2 di belakang Miljan Radovic

Area passing yang disasar oleh Robbie Gaspar ketika melakukan long pass atau direct pass seperti terlihat dalam tiga laga uji coba terakhir

Lalu pertanyaannya, bagaimana jika Toni Sucipto dan Hariono telah kembali? Tidak akan terlalu sulit apabila Toni dan Hariono hadir di tim. Bukankah memang pada awalnya Mamic berniat memainkan 4-2-3-1?

Asumsinya, apabila satu tempat di post DM milik Gaspar, siapa yang akan menjadi rekan duetnya di situ? Dengan melihat kecenderungan gaya permainan Gaspar yang stylish dan lebih mengutamakan kemampuan membaca permainan lawan plus kemampuan passing, akan menjadi hal yang mengasyikan apabila dia diduetkan dengan destroyer semodel Hariono. Hariono yang bertugas memutus semua alur serangan lawan dan Gaspar bertugas untuk mengalirkan bola pertama serangan dari bek ke pos tiga gelandang di depan mereka.

Bagaimana dengan Toni? Tidak berbeda jauh, dengan kemampuan Passing Toni yang cukup baik, dia memang tinggal butuh ditemani seorang partner di tengah yang berposisi sebagai leader saja. Dan Gaspar mumpuni dalam hal ini. Baik Hariono maupun Toni, keduanya akan menjadi komposisi “double pivot” yang enak dilihat pada pattern 2 DM yang bakal disandingkan bersama Gaspar.

Adanya Robbie Gaspar di tim menghadirkan harapan untuk mendominasi lini tengah, dengan tinggi badan 185 cm, dia akan sangat kuat pada duel udara.

Pada partai terakhir melawan Persipasi, Gaspar melakukan 10 kali duel di udara, dan semua dimenangkannya. 9 kali hasil dari duel tersebut mengarah ke rekan sendiri. Selain itu, rataan passing complete di partai ini pun terbilang baik. Dia berhasil melakukan 59 kali passing berhasil (49 diantaranya dilakukan dengan kaki kiri)  dari total 417 kali produksi total passing yang dihasilkan Persib di pertandingan itu.

Data statistik di soccerway pun menunjukan, dari 2870 menit bermain Gaspar di Persema musim 2009/2010 dia berhasil membukukan 7 gol, tanpa mendapatkan satupun kartu kuning. Data yang kurang lebih sama dibukukan ketika Persib melawan Persipasi. Dari 90 menit dia bermain, Gaspar hanya melakukan dua kali pelanggaran. Terbilang bersih untuk pemain yang berposisi sebagai gelandang bertahan. Adapun kartu kuning yang didapat pada musim-musim sebelumnya, lebih disebabkan pada hal nonteknis seperti ketika dia mendapatkan kartu kuning di stadion Segiri Samarinda pada hari minggu 3 oktober 2010 ketika dia memprotes keputusan wasit yang mengadiahi Persisam tendangan penalti. Atau ketika derby Malang pada 10 Januari 2010, ketika itu dia sempat bersitegang dengan Along. Artinya, secara open play, Gaspar menjadi pemain yang hampei tidak pernah melakukan tekel brutal.

Adapun kelemahan Gaspar selain pada speed adalah dia pemain yang sangat text book. Artinya, dia murni passer sejati, tanpa diberkahi kemampuan meliuk-liuk melewati 2 sampai 3 pemain lawan semodel Atep. Ini akan berpotensi menjadi masalah, seperti ketika ujicoba melawan Persipasi pada 11 November 2011 kemarin. Dua gelandang Persib, Radovic dan Gaspar, mengalami deadlock serangan, karena keduanya memang bertipikal passer. Ketika flank kanan dan kiri tidak bisa menembus pertahanan lawan, normalnya lini kedua yang masuk untuk membongkar pertahanan dengan kemampuan individu, tetapi ini tidak bisa dilakukan Gaspar maupun Radovic.

Dalam soal penetrasi ke lini pertahanan lawan ini, Toni Sucipto jauh lebih baik daripada Gaspar. Dalam pertandingan melawan Semen Padang, terutama pada babak I, Toni Sucipto setidaknya melakukan dua kali pergerakan dari belakang ke lini pertahanan lawan, dan keduanya menjadi pergerakan yang signifikan karena mengakibatkan Persib bisa mendapatkan dua peluang (dan hanya itu peluang yang di dapatkan Persib pada babak pertama melawan Semen Padang). [lihat gambar di bawah ini]

Kemampuan penetrasi Toni Sucipto terlihat dalam laga pembuka IPL melawan Semen Padang. Bola diumpan dari belakang melalui long-pass oleh Hariono (tidak terlihat dalam gambar) menuju Dragicevic (dalam lingkaran hitam). Dari lini kedua, Toni Sucipto (dalam lingkaran putih) merengsek dengan baik menenami Miljan yang juga merengsek maju. Bola jatuh ke kaki Toni Sucipto dan berakhir dengan pelanggaran. Free-kick.

Ini menjadi pekerjaan rumah untuk Mamic dalam mengatur dan/atau merotasi stok pemain di lini tengah. Tapi, sebagaimana sering dikatakan Ferguson saat menyikapi melimpahnya stok pemain, ini akan menjadi pekerjaan rumah yang menyenangkan bagi Mamic.

——————————————

*ilustrasi oleh @Lyovv

Tags: , , , , , , ,

11 Responses to Player to Watch: Robbie Gaspar

  1. joebedj on November 25, 2011 at 12:33 pm

    Wah, mantap banget nih analisanya.. Detail dan ilustrasi yang menarik menjadi daya tarik tersendiri..

  2. masbox on November 25, 2011 at 12:49 pm

    mudah-mudahan panyakit long ball bisa leungit.

  3. tenkov69 on November 25, 2011 at 3:19 pm

    Manstab!

  4. mang anyunk on November 25, 2011 at 7:06 pm

    Mantep Pan..! Lanjut sama artikel yg berikutnya.

  5. musuh_persib on November 25, 2011 at 7:36 pm

    terima kasih analisisnya,, kami tidak usah jauh2 ke bandung untuk mengetahui jeroan persib

  6. Nia Kurniasih on November 26, 2011 at 10:55 am

    Bagus. . . Tingkatkan lg kemampuan menulisnya. . .

  7. Djoko on November 26, 2011 at 11:09 pm

    widiiiihhhh analisis na hebant kang!!! di antos analisis analisis selanjutnya!!!

  8. @sipeay on December 1, 2011 at 10:22 am

    alus..beeuuuh

  9. deniar on December 16, 2011 at 4:36 pm

    asik bener nih analisa, tambah cinta persib ajah

  10. andi on January 10, 2012 at 11:25 am

    keren euy analisana :)

  11. Bobotoh on March 20, 2012 at 3:23 pm

    Alus euy .. Hebat Mang Analisisnya logis ..
    semoga PERSIB juara \^_^/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*