Advertise in this space

Preview: Persib vs Sriwijaya

December 7, 2011

Sajian kedua formasi 4-2-3-1 ala Drago Mamic telah dilewati. Tiga poin berhasil diamankan. Dua partai di kandang melawan Semen Padang dan Persiram Raja Ampat dilalui tanpa kekalahan. Satu kali seri dan satu kali menang dengan selisih gol 4:3 tercipta di Stadion jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung.

Ada peningkatan permainan pada partai kedua melawan Persiram. Skema penyerangan di pertandingan ini sudah mulai terbentuk perlahan-lahan. Bola dari back four mengalir pendek kepada devensive midfielder (DM) yang ditempati oleh Robbie Gaspar dan diteruskan kepada Miljan Radovic yang bertindak sebagai attaceking midfielder (AM). Lalu Radovic yang mengambil alih kreasi penyerangan di area 50 meter pertahanan lawan.

Ada kecenderungan bola yang dialirkan Radovic dan Gaspar lebih sering mengarah ke kedua flank yang ditempati M. Ilham dan Atep, tetapi minimal Persib di partai ini sudah mulai meninggalkan aliran bola – bola panjang yang tidak efektif dari poros lini belakang ke lini depan seperti yang dilakukan di partai melawan Semen Padang. Rantai di semua lini pada skema penyerangan perlahan-lahan mulai terorganisir, walaupun memang belum ideal.

Sayangnya, kemajuan organisasi permainan baru sebatas pada kreasi penyerangan. Ketika bertahan, belum ada perubahan yang signifikan dibandingkan dengan partai pertama. Beruntung, Persib belum menemui tim yang bermain dengan striker eksplosif. Sejauh ini, duet Maman dan Abanda baru bertemu tim dengan tipe striker target man semodel Edward Wilson Junior dari Semen Padang dan J.P Boumsong dari Persiram. Itupun dengan dukungan lini tengah mereka yang sebenarnya tidak terlalu istimewa.

Menghadapi tim yang secara head to head skuadnya tidak lebih baik dari Persib, poros lini belakang dan Jendry Pitoy menelan hukuman tiga gol. Alias tidak pernah sekalipun mereka melakukan clean sheet. Dengan rasio kejebolan rata-rata 1,5 gol per partai, ini merupakan masalah besar.

Pertanyaannya, bagaimana bila Persib menghadapi tim yang ‘level’ nya setara atau bahkan lebih? Jawaban itu akan kita dapatkan pada sore ini, Rabu, 7 Desember 2011 ketika kita menjamu Sriwijaya FC.

Menjamu Sriwijaya FC yang bermain 4-3-3, kita akan naik tingkat dalam menjajal sejauh mana ketangguhan pola 4-2-3-1 ala Mamic bekerja. Tanpa bermaksud mengecilkan dua lawan sebelumnya, kualitas Sriwijaya FC memang ada di atas Semen Padang dan Persiram. Skuad mereka terbilang matang, dengan beberapa pemain tim nasional dan mantan pemain nasional. Artinya, inilah momentum yang mengasyikan untuk melihat kinerja tim setelah melakukan ‘pemanasan’ melawan Semen Padang dan Persiram.

Bedah Taktik

Apabila melihat karakter Mamic yang cenderung konservatif dan sangat hati-hati sekali, tidak akan ada perubahan dalam susunan pemain yang akan tampil. Kabar terakhir menyebutkan Toni siap bermain dengan pelindung kepala, hasil luka enam jahitan yang didapatkannya ketika berduel dengan pemain Persiram. Adapun Ronggo sempat menderita cedera pada otot kakinya, dan Atep menderita cedera engkel, tapi nampaknya cedera mereka masih bisa dipaksakan untuk turun bermain.

Sekali lagi, dengan melihat tipikal Mamic yang tidak suka mengambil resiko, Atep, Airlangga, dan Toni Sucipto akan tetap bermain. (Info: Mamic baru menggantikan Airlangga dengan Budiawan setelah Airlangga mengalami kram dan tidak bisa bangun, kemudian, Hendra ridwan baru masuk setelah Toni sucipto meringis berdarah- darah. Dan Mamic tidak mengambil opsi pergantian pemain ke tiga, bahkan untuk killing time mengamankan pertandingan di empat menit injury time terakhir)

Dengan hanya absennya M. nasuha, maka, kemungkinan skuad yang akan turun sore ini adalah:

PERSIB (4-2-3-1) :  Jendry, Zulkifli, Maman, Abanda, Toni; Hariono, Gaspar; M. Ilham, Radovic, Atep ; Airlangga.

SRIWIJAYA FC (4-3-3) : Ferry, Supardi, Nova Arianto, Thierry, Mahyadi; Lim Jung Sik, Ponaryo, Firman Utina; M. ridwan, Siswanto, Keith Kayamba.

Jika melihat kemungkinan skuad yang turun sore ini, maka, ini akan menjadi pertandingan 4-2-3-1 melawan 4-3-3. Partai ini akan menjadi pertarungan antar flank. Mari kita lihat tiga poros lini tengah Sriwijaya FC melawan tiga poros lini tengah Persib.

Poros Ponaryo, Firman dan Lim sejatinya bertipe hampir sama dengan Gaspar Hariono dan Radovic. Mereka sama – sama pemain yang ‘hanya’ mengandalkan passing saja tanpa dibekali keunggulan bermanuver melewati satu dua pemain lawan. Job desk nya, Ponaryo akan mencoba mengambil alih lini tengah dengan mengalirkan bola ke lebar lapangan dan back pass ke bek sentral. Tugas yang hampir mirip diemban oleh Robbie Gaspar. Firman Utina akan lebih banyak mengalirkan bola via udara, dan Lim akan menjadi penyeimbang. Poros Ponaryo Firman dan Lim ini akan bermain sejajar.

Dengan asumsi Miljan akan bertindak sebagai pemain yang free role. Mereka ‘normalnya’ akan menghadapi duet Hariono dan Gaspar. Tidak ada keraguan dalam diri Hariono. Dalam beberapa partai di musim sebelumnya melawan Ponaryo dan Firman, Hariono hampir tidak pernah bisa dilewati. Artinya, akan kecenderungan, apabila bola di kaki Ponaryo, bola akan lebih sering dialirkan melebar, dan apabila bola ada di kaki Firman, bola akan lebih dialirkan langsung melalui direct pass via udara. Tidak akan terlalu sering ada duel di area tengah.

Begitupun dengan Persib, pattern bermain tim tidak akan melebar jauh seperti pertandingan terakhir. Robbie Gaspar akan menjadi orang pertama yang mencari celah untuk memulai serangan via sayap maupun mencari Radovic.

Aliran bola pertama akan lebih sering berkutat di area DM masing-masing. Baik Persib maupun Sriwijaya, akan mencari celah serangan melalui flank. Di partai ini, partai akan menjadi sedikit membosankan.

Hal yang menarik adalah pertarungan di sisi lapangan. Di sinilah pertarungan sesungguhnya akan terjadi. Kunci di pertandingan ini adalah, siapa yang berhasil mengeksploitasi sisi lapangan, dialah yang akan menjadi pemenang.

Atep dan Ilham akan berduel dengan Supardi dan Mahyadi, lalu, Ridwan dan Siswanto akan berduel dengan Toni dan Zulkifli. Lihat, siapa pemain di komposisi ini yang tidak pernah dipanggil tim nasional? Tidak ada! Artinya, inilah duel para winger terbaik di tanah air. Apabila dikonversikan menjadi lebih lengkap, Atep dan Toni akan head to head melawan Siswanto dan Supardi, lalu Ilham dan Zulkifli akan beradu kuat melawan Mahyadi dan M. Ridwan. Setor inilah yang nantiya akan banyak terlibat sepakbola ‘keras’.

Pada sektor penyerangan Airlangga Sucipto akan berduel melawan Vava Arianto dan Thierry, nampaknya Airlangga akan dikunci oleh Thierry, dan Vava yang akan menjaga Zona Marking. Asal bisa lepas dari kawalan Thierry, normalnya Vava arianto pun bisa dilewati dengan cara sprint jarak pendek.

Di Persib, Maman dan Abanda tidak akan terlalu sulit untuk mengawal Kayamba Gumbs, Gumbs hanya akan bermain dengan intelejensianya. Tanpa akan melakukan ‘balap lari’. Salah satu hal yang paling dibenci Maman dan Abanda.

Masalah akan timbul apabila Srwijaya FC melakukan rotasi pemain. Hilton Moreira bisa menjadi momok yang menakutkan. Namun, dengan kecenderungan Hilton bermain menggantikan Firman Utina, itu artinya dia akan dipasang pada posisi AM, posisi yang mengharuskannya berduel dengan Hariono. Sekali lagi, dalam duel one on one, Hariono tidak akan mudah dilewati, Hilton akan terkunci di situ.

Tugas lain yang harus diwaspadai yaitu, masuknya Rizky Novriansyah. Dengan postur yang tinggi besar dan dengan kemampuan lari yang cepat, dialah sebetul-betulnya pemain yang tidak boleh dilepaskan oleh poros Maman dan Abanda.

Adapun skenario pergantian pemain di Persib, akan sama seperti partai melawan Persiram. Budiawan dan Hendra Ridwan adalah dua orang pertama yang akan dimasukan Mamic apabila terjadi kendala pada starting eleven.

Pada partai bergengsi seperti ini, menurut kami, tidak ada salahnya untuk mencoba Aliyudin masuk di babak ke dua. Dengan lari kejut yang cepat, dan dengan pengalaman bermain di partai ‘high class’, Ali berpotensi untuk mengubah keadaan. Kalaupun tidak mencetak gol, dia akan sangat bisa merusak konsentrasi para pemain Sriwijaya FC yang mulai kedodoran di babak ke dua.

Satu catatan dari kami, selain pergumulan di sektor sayap, kesiapan menghadapi dan/atau melakukan eksekusi bola–bola mati akan sedikit banyak mempengaruhi hasil akhir. Dalam dua laga melawan Semen Padang dan Persiram, situasi set-piece –yang di paruh kedua musim lalu sangat mematikan berkat eksekusi Miljan– belum dapat dimaksimalkan. Dari 16 kali kesempatan mengambil set-piece, hanya 4 kali bola sampai di sasaran. Harap dicatat, kemenangan Persib atas Sriwijaya musim lalu ditentukan oleh gol tunggal Hilton (yang kini justru main untuk Sriwijaya) memanfaatkan tendangan bebas Miljan Radovic.

Tags: , , , , ,

4 Responses to Preview: Persib vs Sriwijaya

  1. Doni Romadona on December 7, 2011 at 10:12 am

    Mantap artikel n ulasan nya… KERENNN….

    • asepsetiawan on December 7, 2011 at 1:54 pm

      ayoo persib tunjukan kalo persib itu tim terbaik d isl

  2. Nay on December 7, 2011 at 11:35 am

    Prediksi menarik yang membuat penasaran ingin segera melihat langsung kick of’y…

  3. asepsetiawan on December 7, 2011 at 1:56 pm

    persib 2 sriwijaya 1
    (–)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*