Advertise in this space

1999/2000: Derby Bandung Berakhir Rusuh

October 2, 2012

Musim 1999/2000 menyimpan catatan menarik bagi Persib Bandung. Di musim itulah, berlangsung laga derby antara Persib vs Persikab yang berlangsung panas dan berakhir dengan kericuhan penonton.

Lazimnya derby tim sekota, pertandingan memang biasanya berlangsung panas. Akan tetapi, laga Persib vs Persikab biasanya berlangsung relatif biasa saja. Biar bagaimana pun, kecuali saat munculnya Mastrans Bandung Raya, Jawa Barat adalah Persib, sehingga laga Persib vs Persikab pun relatif berlangsung “sepihak”.

Salah satu perkecualian terjadi pada musim 1999/2000. Laga itu menjadi naik tensinya setelah beberapa nama besar yang selama ini identik dengan Persib malah hijrah ke Persikab. Tak tanggung-tanggung, el-capitano Robby Darwis memimpin eksodus pemain Persib ke Persikab. Langkah Robby itu diikuti stopper jangkung Yadi Mulyadi, Asep Dayat dan kiper senior Gatot Prasetyo.

Pertemuan Persib vs Persikab pada putaran I musim 1999/2000 berlangsung pada 11 November 1999  di Siliwangi. Saat itu, kompetisi di kasta tertinggi PSSI dibagi ke dalam dua wilayah (masing-masing berisi 12 tim). Persib tergabung dengan tiga tim Jawa Barat lainnya: Persikab, Persikota dan Mataram Indocement (saat itu bermarkas di Stadion Bima, Cirebon).

Laga melawan Persikab adalah laga kedua Persib di musim itu. Di laga pertamanya, Persib dikalahkan tim tamu Persikota Tangerang lewat gol tunggal Agus Suparman. Saat itu Persib dilatih oleh Suryamin, sementara Persikab dilatih oleh Risnandar Soendoro.

Saat itu, Persib masih diperkuat beberapa pemain senior yang pernah mengantarkan Persib menjuarai Liga Indonesia I, di antaranya: Sutiono, Mulyana, Hendra Komara dan Nandang Kurnaedi. Ada juga nama beken lain seperti Peri Sandria. Heri Setiawan dan Ade Abdillah. Sementara nama-nama muda seperti Yaris Riyadi dan Zaenal Arief sudah mulai mendapat kepercayaan (walau akhirnya Zaenal Arief di akhir musim hijrah ke Persita).

Untuk mendapat gambaran mengenai jalannya pertandingan tersebut, kami tampilkan arsip laporan pertandingan milik Pikiran Rakyat edisi 12 November 1999.

————————————————————————

Heri Rafni Kotari Cetak Gol Tunggal Persikab, Tuan Rumah Persib Dipukul Persikab 0-1

BANDUNG, (PR).-
Tim Persib “Maung” Bandung kembali harus menelan kekalahannya yang kedua, ketika dipermalukan Persikab “Dalem Bandung” 0-1 langsung pada lanajutan Liga Indonesia VI Wilayah Barat di Stadion Siliwangi, Kamis (11/11) kemarin.

Gol kemenangan Persikab dicetak oleh striker Heri Rafni Kotari (menit 39), memanfatkan umpan matang Anton Hermawan, dari rusuk kiri. Anton yang menggiring bola dari sayap kiri, melepaskan umpan datar yang disambut sontekan jitu Heri. Bola tak bisa dibendung penjaga gawang Persib, Udin Rafiudin, 1-0.

Sejak kick off kedua tim langsung menampilkan permainan menyerang. Tak heran beberapa peluang yang diciptakan kedua tim sangat bervariatif dan sangat membahayakan gawang lawan.

Duet penyerang Persikab, Heri Rafni dan Asep Dayat berkali-kali merepotkan barisan pertahanan Persib yang dijaga Hary Setiawan, Ruhiat, dan Nana. Namun, usaha mereka berdua baru terwujud menit ke-39, saat Heri berhasil mencetak gol hasil umpan Anton.

Serangan Persib pun tak kalah gencarnya. Beberapa peluang nyaris membuahkan hasil, jika saja para pemainnya tidak terlalu bernafsu untuk mencetak gol. Memasuki babak kedua tercatat dua kali tendangan bebas Mulyana, membentur mistar gawang.

Menjelang bubaran, kembali Persib membuat peluang, sayangnya sundulan Ade Abdullah hasil umpan lambung Deden Suparhan membentur mistar gawang. Begitu juga Deden yang mendapatkan bola matang, masih belum berhasil menjaringkannya di gawang Persikab yang dikawal Jajang Sinar Surya.

Usai pertandingan Pelatih Persib, Suryamin mengatakan, Persikab tampil sangat bagus. Para pemain Persikab sangat disiplin dalam menjaga daerahnya, terutama lini pertahanan mereka yang dikoordinir Robby Darwis Cs.

Menurutnya, dilihat dari kualitas individu dan serangan yang dibangun oleh para pemain Persib, sebenarnya kualitas Persib dan Persikab seimbang. “Pertandingan berlangsung sangat menarik, namun faktor pengalaman dan keberuntungan saja yang membuat kami kalah,” kata Suryamin.

Ketua I Korps Pelatih, Encas Tonif menilai Persib sama sekali kehilangan karakter dasar sebagai pemain sepakbola maupun sebagai tim. “Kalau di luar lapangan orang bilang permisi, ya kita jawab mangga, tetapi di lapangan sebagai pemain sepakbola, setiap pemain lawan harus dihentikan,” tandasnya.

Sebagai sebuah tim, Encas menilai Persib juga kehilangan kebersamaan di lapangan. “Membangun kebersamaan itu yang penting tampak di lapangan, dan ini yang tidak ada di Persib,” lanjutnya.

Pelatih Persikab, Risnandar mengatakan, penampilan pemainnya jauh lebih stabil bila dibandingkan dengan ketika menghadapi Indocement Cirebon. “Pada pertandingan ini, pemain Persikab tampil cukup bagus dan mampu menguasai pertandingan,” tegas Risnandar.

Pada kesempatan tersebut, Risnandar juga mengatakan, motivasi pemainnya, terutama yang berasal dari Persib, sangat tinggi dibandingkan pertandingan sebelumnya menghadapi Indocement. Mereka tampaknya ingin membuktikan bahwa mereka masih mampu bermain sepakbola,” ujar Risnandar.

Hal tersebut juga dibenarkan pemain belakang Persikab, Yadi Mulyadi. “Saya ingin membuktikan kemampuan saya, hingga penampilan kami kesetanan,” ujarnya.

Sementara Ketua Umum Persikab, H.U. Hatta Djatipermana menilai, kemenangan Persikab kali ini merupakan hasil kebersamaan diantara para pemainnya. “Kalau tidak ada kebersamaan, saya yakin kita tidak bisa menjadi tim seperti sekarang ini,” ujarnya.

Hatta juga mengatakan, semangat pemainnya bertambah menghadapi tim setangguh Persib, hingga mereka tampil cukup meyakinkan selama pertandingan. “Semoga saja, kondisi ini terus bertahan pada pertandingan-pertandingan berikutnya,” harap Hatta.

Namun, Hatta menyayangkan sikap suporter yang membuat kerusuhan usai pertandingan. “Sedari dulu saya sudah perkenalkan tiga fair play termasuk di antaranya penonton. Mereka harus dapat menerima kekalahan timnya dengan lapang dada,” ujar Hatta, yang juga merupakan Bupati Kabupaten Bandung ini.

Sedangkan salah seorang pengurus Persikab, H. Dadang Supriatna Akbar, mengharapkan agar pemain Persikab tidak mabuk kemenangan. “Jalan masih panjang, dan pertandingana lainnya masih menunggu,” ujarnya.

Mengenai Persib, Dadang menilai, Persib merupakan tim yang tangguh dan memiliki masa depan bagus, karena usianya relatif muda. “Namun, jangan terlalu dibebani dengan target harus menang, hingga mengganggu penampilan mereka,” tegas Dadang.***

 

Tags: , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*