Advertise in this space

Preview Final Celebes Cup: Persib vs Sriwijaya FC

November 4, 2012

Persib lolos ke final Celebes cup dengan skor meyakinkan 5-1. Herman Dzumafo berhasil membuktikan diri dengan 3 gol dan 1 assist. Lebih dari itu, pakem permainan 4-2-3-1 Persib dengan sentral permainan berada di kaki Firman Utina perlahan-lahan sudah mulai terlihat berjalan dengan baik.

Lawan yang dihadapi Persib di final adalah Sriwijaya FC. Tim yang merombak hampir 70% skuad juara mereka di musim lalu. Ruang mesin SFC yang musim lalu ditempati trio Lim Jung Sik – Firman Utina – Ponaryo Astaman kali ini dirombak total dengan memasang Achmad Jufriyanto – Ali Qadaffi – Erick Weeks Lewis.

Final kali ini mempertemukan dua tim dengan kekuatan yang relatif seimbang. Sriwijaya FC walaupun harus merombak total kerangka tim musim lalu, melakukan pembelian pemain yang tidak kalah kualitasnya. Terhitung Abdulrahman, Diogo, Taufik Kasrun, Ali Qadaffi, Aliyudin, Erick Weeks Lewis, Imanuel Padwa, Tantan, Sultan Samma membuat Sriwijaya FC tetap kuat. Mengalahkan Barito Putra dengan skor 2-0 dengan mendominasi permainan sudah cukup membuktikan bahwa adaptasi skuad terhadap permainan SFC berjalan tidak sulit.

Bedah Taktik

Persib akan menggunakan formasi seperti apa yang sudah mereka lakukan di sebulan terakhir TC mereka. 4-2-3-1 akan menjadi pilihan Jajang Nurjaman untuk melawan Sriwijaya FC.

Made Wirawan akan mengisi pos penjaga gawang. Supardi Nasir, Maman Abdulrahman, Abanda Herman, Toni Sucipto berdiri sejajar menjaga wilayah pertahanan terakhir. Keempat orang ini akan dijaga oleh Asri Akbar dan Mbida Messi. Catatan khusus untuk Messi, dia di pertandingan melawan Makassar United seperti ‘menemukan’ tempat idealnya. Bermain sedikit didepan Asri Akbar dan tepat dibelakang Firman Utina membuat Messi bisa menjadi metronom ketika tempo berjalan dengan cepat. Tidak seperti di beberapa ujicoba sebelumnya dimana posisi Messi berada di belakang striker yang membuat dia harus bergerak lebih mobil, di pertandingan melawan MU Messi hanya tinggal mengandalkan visi tanpa harus berlari mengejar bola ke seluruh penjuru lapangan. Tugas itu sudah di cover oleh Asri Akbar dan Firman.

Untuk tiga orang dibelakang Dzumafo, Persib akan memasang trio Atep -Firman Utina – M. Ridwan dengan Dzumafo menjadi towering striker yang bertugas menjadi penyelesai akhir serangan sekaligus tembok untuk memantulkan bola ke second line Persib.

Adapun masalah Persib adalah jomplangnya sisi menyerang antara posnya Supardi – M. Ridwan dengan posnya Atep – Toni. Serangan Persib hampir dipastikan harus melulu melaui Firman Utina di lini tengah, untuk kemudian dialirkan kepada Supardi dan M. Ridwan di sisi kanan.

Chemistry antara Supardi dan M. Ridwan sudah terbangun dengan amat baik. Artinya, tanpa melihat bolapun, Supardi seakan tahu kemana Ridwan akan mengoper bola. Chemistry inilah yang belum terlihat di sisi kiri wilayahnya Atep dan Toni Sucipto. Hal ini membuat Persib ketika menyerang seakan hanya bermain dengan tiga pemain, Firman – Supardi – M. Ridwan. Hal ini dimungkinkan karena ketiganya memang sudah bermain bersama sejak lama. (Di Timnas, di Pelita Jaya, di Sriwijaya FC).

Masalah lain yang harus dihadapi Persib adalah daya tahan fisik Messi, Asri Akbar dan Firman Utina yang hanya mampu bermain ‘normal’ hingga menit ke 65′.

Jikapun ada masalah di ruang mesin Persib, itu terjadi pada Asri yang terkesan bergerak sendirian di area DM ketika bertahan. Support dari Messi yang kadang terlambat ketika bertahan membuat lawan mempunyai space dan waktu yang lebih untuk menginvasi wilayah ini. Robertino Pugliara melakukan hal ini dipertandingan semalam.

Sedangkan di kubu lawan, pelatih Kashartadi memainkan pola yang sama dengan Janur. Yaitu 4-2-3-1. kunci dari segala kunci permainan SFC ada pada diri Ali Qadaffi (nomor 7). Dialah nyawa sebenarnya SFC. Dia yang mengalirkan bola pertama dari garis pertahanan untuk kemudian dialirkan kepada Erick Weeks Lewis.

Ali Qadaffi ketika melawan barito putra tidak bisa ditembus oleh siapapun. Bahayanya, diapun mempunyai kemampuan menyerang yang baik. Pada pertandingan kemarin Ali bermain di posisi double pivot bersama Achmad Jufriyanto. Mereka bermain dibelakang Erick Weeks Lewis. Pilihan lain Kashartadi di engine room SFC adalah Imanuel Padwa. Artinya, trio Asri -Messi – Firman kali ini mempunyai lawan yang sepadan dan tangguh.

Pola serangan SFC lebih bermula pada Ali Qadaffi. SFC lebih sering menyerang melalui poros Erick Weeks – Qadaffi dibandingkan menyerang lewat sisi kanan dan kiri mereka yang ditempati oleh Sultan Samma/Fahrudin dan Aliyudin/Tantan.

Artinya, jika poros Erick Weeks – Ali Qadaffi berhasil dihancurkan, sudah bisa dipastikan serangan ke backline Persib tidak akan terjadi.

SFC mempunyai empat bek sejajar dengan kualitas nomor satu di Indonesia. Taufik Kasrun (kapten timnas junior 2006) Abdulrahman, Diogo, dan Mahyadi Panggabean berdiri kokoh didepan kiper Ferry Rotinsulu dengan catatan cleansheet di pertandingan kemarin.

Catatan untuk Taufik Kasrun, dia bermain tidak pernah melakukan overlap di fullback kanan SFC.

Pertarungan sengit akan banyak terjadi di sisinya Supardi – Ridwan melawan Mahyadi – Aliyudin/Fahrudin. Akan banyak bola mengalir dan pelanggaran yang terjadi di sisi ini.

Kesimpulan: partai ini akan menjadi pertai menarik. Juaranya akan ditentukan dengan siapa yang tidak membuat banyak pelanggaran. Dengan atmosfer final dan skuad yang relatif berimbang, pelanggaran-pelanggaran tidak perlu yang merugikan tim dan membuat pemain terkena kartu akan menentukan hasil pertandingan. Sangat besar kemungkinan juara ditentukan oleh bola mati.

Prakiraan Formasi

Persib (4-2-3-1): I Made Wirawan, Supardi Nasir, Maman Abdulrahman, Abanda Herman, Toni Sucipto, Asri Akbar, Mbida Messi, Atep, Firman Utina, M. Ridwan, Dzumafo Herman.

Sriwijaya FC (4-2-3-1): Ferry Rotinsulu, Taufik Kasrun, Abdulrahman, Diogo, Mahyadi Panggabean, Ali Qadaffi, Achmad Jufriyanto, Sultan Samma, Fahrudin, Erick Weeks Lewis, Jerry Karpeh.

Tags: , , , ,

One Response to Preview Final Celebes Cup: Persib vs Sriwijaya FC

  1. bangkesetan on December 14, 2012 at 1:55 am

    eta hiji kaluman euy si m.ridwan dribling na lempeng wae, pang leupaskeun heula kacamata kuda-na

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*