Advertise in this space

[Player to Watch] Mbida-Messi dengan 2 Peran

December 12, 2012

Melewati babak grup Inter Islan Cup 2012, Mbida-Messi mulai memeperlihatkan perkembangan yang berarti setelah kedatangannya sempat menimbulkan kontroversi di media soal catatan main dia sebelumnya. Sebelumnya, kendati berhasil mempersembahlan trofi Celebes Cup, performa Mbida dianggap belum memuaskan.

George Farfait Mbida Messi adalah pemain asal kamerun yang sebelumnya bermain di salah satu klub Liga Angola yaitu Interclube de Luongo. Tak ada catatan lengkap soal performa dia di sana selain penampilannya di CAF Champions League, itu pun hanya bermain 4 kali.

Datang ke Bandung menjelang TC, Mbida sempat terlibat dalam beberapa uji coba dengan klub-klub di bandung. Performanya saat itu banyak menuai cibiran. Mbida dianggap memiliki kondisi fisik yang jauh dari ideal seorang pemain bola yaitu kelebihan berat badan. Tak urung, Djajang Nurjaman juga mengungkapkan persoalan itu pada media massa.

Setelah sebulan lebih berlatih, Mbida ikut bermain di Celebes Cup dan saat itu dia terlihat masih belum memuaskan. Kemampuan fisiknya masih belum memadai dan sering keteteran ketika tim bermain dengan tempo tinggi.

Posisi Bermain

Jika melihat data Mbida, sebenarnya dia adalah seorang pure central midfielder atau pemain tengah murni. Beberapa kawan yang pernah melihat permainannya di klub-klub sebelumnya mengatakan dia sering difungsikan sebagai pemain tengah petarung yang kerap bermain keras. Tak heran tiap musim di klub lamanya, Ollehanense, dia rajin mengoleksi kartu kuning dan kartu merah. Dia kadang dianalogikan seperti Roy Keane, pemain tengah yang tak segan bermain keras.

Bermain di belakang striker sebagai gelandang serang adalah posisi yang pertama kali Djadjang Nurjaman percayakan kepadanya di Persib saat ujicoba melawan PSAD di Siliwangi. Dia langsung memikat perhatian bobotoh melalui umpan-umpan pendeknya yang kadang tricky. Tapi pengamat yang jeli dengan mudah melihat betapa dia sangat keteteran dengan kondisi fisiknya. Dia sama sekali tak mampu membantu tim saat diserang. Bahkan, setelah 15 menit, dia sudah terlihat berjalan kaki dan tidak bergerak ke depan lagi membantu striker. Performa itu terlihat saat Persib dua kali berujicoba dengan Persibangga Purbalingga.

Setelah itu, Djajang Nurjaman mencoba melakukan perubahan. Seiring datangnya Firman Utina, Mbida pun menempatkannya lebih ke dalam. Dalam skema 4-2-3-1, Mbida ditempatkan sebagai salah satu poros lini tengah bersama Asri Akbar.

Puncaknya saat Inter Island Cup, Mbida fix menjadi anchor-man yang menghubungkan unit bertahan dan unit menyerang. Area geraknya di antara defensive-midfielder [DM] yang ditempati Asri Akbar dan attacking-midfielder [AM] yang ditempati Firman Utina. Dia menjadi penyeimbang permainan di wilayah tengah dengan menjadi metronom tim.

Perubahan posisi dan peran itu diimbangi oleh Mbida dengan peningkatan kondisi fisiknya. Pada babak grup Inter Island Cup di Siliwangi, terlihat Mbida mulai mampu mengikuti ritme permainan tim sepanjang 90 menit.

Persib vs Gresik United

Dalam laga pertama Inter Island Cup melawan Gresik United, Mbida bermain penuh selama 90 menit. Area bermainnya di depan Asri Akbar dan bermain di belakang Firman Utina.

Dengan akurasi passing sebesar 82% (melakukan 14 operan sukses dari 17 percobaan) saat babak pertama. Sedangkan pada babak 2 akurasi passingnya menjadi 83% (24 operan sukses dari 29 percobaan). Mayoritas operan gagal yang dilakukan Mbida berupa long pass, sedangkan short pass yang dilakukan Mbida Messi jarang sekali gagal.

Jika kita lihat chalkboard umpan Mbida di babak I, mayoritas umpan yang dia buat tidak di wilayah pertahanan lawan [attacking-third]. Hanya tiga kali umpan Mbida masuk di attacking-third, itu pun hanya 2 yang sukses. Di babak 1 ini, Mbida benar-benar berkonsentrasi menguasai lini tengah.

Sementara pada babak 2, jika kita melihat chalkboard, produksi umpan Mbida mulai seimbang antara umpan di daerah sendiri [own-half] dan di daerah lawan [opposition-half]. Jumlah umpan Mbida yang masuk ke attacking-third sebenarnya sama dengan babak 1 yaitu hanya 3 kali [satu-satunya umpan ke kotak penalti itu pun gagal]. Tapi terlihat jelas bagaimana di babak 2, Mbida lebih berani masuk ke daerah lawan [opposition-half].

Jika melihat statistik penguasaan bola di babak 2, persentase penguasaan bola Persib sebenarnya menurun. Di babak I, penguasaan bola oleh Persib mencapai 58%, sementara di babak II menurun jadi 53%. Tidak terlalu signifikan penurunannya, toh Persib masih dominan. Tapi ini tetap menarik untuk dikaji lebih jauh: kenapa saat penguasaan bola menurun, produksi passing Mbida justru makin banyak dilakukan di daerah lawan?

Salah satu penyebabnya karena di babak 2, Persib memasukan Kenji Adachihara menggantikan Firman Utina sehingga secara natural Persib bermain 4-4-2. Ke luarnya Firman dengan sendirinya menuntut Mbida untuk lebih naik ke depan.

Mencoba melihat dominasi Persib di lini tengah dengan menilik statistik umpan Mbida ini cukup menarik. Jika kita melihat statistik lainnya, misal jumlah pelanggaran, Mbida memang lebih banyak dilanggar ketimbang melanggar. Selama 90 menit, Mbida 3 kali melakukan pelanggaran tapi malah 5 kali dilanggar lawan. Ini indikasi bahwa Mbida tingkat offensifitas Mbida juga naik.

Tidak heran jika Mbida sampai melakukan 4 percobaan mencetak gol [attempts]. 3 di antaranya dilakukan dari jarak jauh dan semuanya attempts off target. Cuma sekali Mbida melakukan attempts in target, itu dilakukan di luar kotak penalti.

Kendati demikian, formasi 4-2-3-1 dengan Mbida menjadi salah satu poros bersama Asri, tetap menuntut Mbida untuk ikut melakukan aksi bertahan jika Persib diserang. Secara statistik, Mbida juga banyak melakukan aksi-aksi defensif. Mbida terlibat 4 kali duel, 2 dimenangkan Mbida dan 2 kalah. Mbida juga melakukan beberapa tackle, 2 kali tackle won dan 3 tackle lose.

Persib vs Persepam Madura

Djajang Nurjaman kali ini tidak memasang Firman Utina sebagai starter dan memilih sejak awal memasang 2 striker yaitu Kenji dan Dzumafo. Di atas kertas, Persib bermain 4-4-2. Dalam skema ini, Mbida bermain lebih ke depan. Dia tak lagi menjadi anchor-man, melainkan menjadi gelandang serang.

Saat menghadapi Persepam, Mbida lebih aktif bergerak di attacking third yang sebelumnya menjadi wilayah Firman. Sebagai gelandang serang, Mbida leluasa sekali memasuki attacking third. Berkali-kali dia mempertontonkan kemahiran dalam mengirim thorugh-pass membelah jantung pertahanan Persepam.

Keleluasaan bergerak Mbida di attacking third ini juga tercermin dari keberhasilannya mencetak gol. Dalam situasi tendangan bebas, Mbida tiba-tiba sudah berada di dalam kotak penalti dan berhasil mengkonversi tendangan bebas Toni Sucipto menjadi gol.

Jika kita bandingkan chalkboard Mbida di attacking-third saat menghadapi Persepam dan saat menghadapi Gresik United, terlihat jelas bedanya. Saat menghadapi Persepam, Mbida sangat aktif berada di attacking third. Jumlah umpan yang dia buat di attacking-third melonjak drastis. Dia tidak berada di kedalaman lini tengah, melainkan persis di belakang Kenji-Dzumafo, kadang sejajar dengan Dzumafo yang kerap turun ke bawah.

Selain itu, jika kita melihat arah umpan Mbida, sangat dominan dia beroperasi di sisi kanan, mendekati area kerja M. Ridwan di sisi kanan. Berkali-kali Mbida berhasil mengirim through-pass kepada Ridwan. Situasi ini bisa muncul karena Dzumafo sangat sering bergerak ke sisi kiri, saling bertukar tempat dengan Atep.

Chalkboard formasi Persib di atas menggambarkan area gerak unit menyerang Persib. Kenji tetap ajeg berada di kotak penalti lawan sebagai ujung tombak, sementara Dzumafo kerap turun ke bawah dan/atau bergerak ke sisi kiri untuk bertukar posisi dengan Atep. Cara bermain Dzumafo itulah yang memungkinkan Mbida – kendati kali ini bermain sebagai gelandang serang—sangat kerap mengirim umpan di sisi kanan yang ditempati Ridwan.

Simak chalkboard di bawah ini yang menggambarkan area pergerakan Mbida, Dzumafo dan Atep saat Persib menghadapi Persepam. Ini bisa menjelaskan kenapa produksi passing Mbida di attacking third cenderung banyak di daerah yang ditempati Ridwan.

Performa terbaik Mbida-Messi sejak pertama kali tiba di Bandung terlihat saat menghadapi Persepam Madura. Sebelum kedatangan Firman, Mbida sebenarnya di-plot sebagai gelandang serang. Akan tetapi baru kali ini Mbida bisa bermain efektif sebagai gelandang serang. Salah satu kuncinya adalah cara bermain dan bergerak Dzumafo yang membuat lini pertahanan Persepam dipaksa untuk menghadapi dua pemain sekaligus di belakang Kenji.

Kesimpulan

Demikianlah paparan mengenai Mbida-Messi. Laga melawan Gresik dan Persepam sengaja dijadkan sample karena di dua laga itulah Mbida memainkan peran berbeda: sebagai anchor-man dalam formasi 4-2-3-1 di laga melawan Gresik dan sebagai gelandang serang dalam formasi 4-4-2 atau 4-4-1-1 saat melawan Persepam.

Artikel ini mencoba menjelaskan progresi yang berhasil ditunjukkan oleh Mbida-Messi selama persiapan kompetisi. Sebagian progresi itu dipicu oleh kondisi fisik Mbida yang semakin membaik, sebagian lagi disebabkan karena Djajang Nurjaman mulai menemukan cara memaksimalkan potensi Mbida melalui perubahan-perubahan taktik yang berjalan baik.

Kendati demikian, sejumlah hal dari Mbida masih belum menunjukkan peningkatan. Kemampuan Mbida dalam mengirim long-pass sampai sejauh ini belum mengalami kemajuan. Kemampuan Mbida dalam membuat umpan pendek dan umpan panjang masih njomplang. Akan jauh lebih baik jika Mbida bisa memperbaiki kualitas umpan panjang-nya. Terutama dalam perannya sebagai anchor-man pada formasi 4-2-3-1, umpan-umpan panjang akan sangat membantu variasi penyerangan Persib.

 

Tags: , , , , , , , , ,

8 Responses to [Player to Watch] Mbida-Messi dengan 2 Peran

  1. hahn on December 12, 2012 at 9:38 pm

    akhirnya kaluar oge mblo…
    :D
    *lanjut baca*

  2. mbloh on December 12, 2012 at 9:59 pm

    hade euy si mblo artikelna :) maknyus :) ))

  3. depra on December 13, 2012 at 10:22 am

    lanjut mblo..

  4. carpediem on December 13, 2012 at 10:31 pm

    mbida…mbida…mbida…mbida :D

  5. bangkesetan on December 14, 2012 at 1:50 am

    jadi bahasa menejerna teh si mbida type na simple passer. lewih cucok di mix firman utina bertype dribbler asri akbar di tukang sebagey ‘ball winner’ dibanding mang ono type ‘fighter’

  6. @wwhilmanas on December 14, 2012 at 11:11 am

    messi afrika mantapss!!

  7. denbayan on December 14, 2012 at 11:29 am

    dibere chalkboard deui ? nuhun mang lieur-lieur ge diseuseup w da hayang nyaho :D

  8. firmansyah on December 16, 2012 at 12:02 pm

    seru aya chalkboard..nambah wawasan jeung elmu…jadi lain nonton wae eleh rudet meunang bahagia(ngenah sare jeung dahar) jadi apal karakter pemaen teh..lanjutkan,,,,kang….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*