Advertise in this space

[Preview] Persib vs Persisam: 4-2-3-1 vs 3-5-2

December 16, 2012

Semifinal  Inter Island Cup (IIC) 2012 akan dilangsungkan di stadion Manahan Solo pada hari ini, Minggu, 16 Desember 2012. Persib Bandung datang tanpa Maman Abdurahman yang terpaksa harus ditinggalkan di Bandung karena cedera. Tidak akan menjadi masalah yang cukup rumit  karena di musim ini, skuad Persib mempunyai minimal dua pemain dengan kualitas setara dalam satu posisi. Tempat Maman akan diisi oleh Naser Al Sebai yang tampil apik di beberapa partai terakhir.

Lawan Persib di semifinal ini adalah Persisam. Tim yang diarsiteki oleh pelatih ‘veteran’ Sartono Anwar.  Skuad Persisam musim ini tidak sementereng musim-musim sebelumnya dimana ada nama-nama seperti Christian Gonzalez, Eka Ramdani, Ronald Fagundez, Julio Lopez, Choi Dong Soo, Pavel Solomin dan bintang-bintang lain yang selalu didatangkan tiap musimnya. Persisam di musim ini mencoba memberdayakan para pemain muda khususnya mereka yang baru saja meraih medali emas di PON Kaltim. Para pemain muda ini dibimbing oleh beberapa pemain senior semodel Pierre Njanka, M. Robby, dan  Isdiantono.

Jangan lupakan juga duet bomber gres mereka Ferdinand Alfred Sinaga dan Fortune Udo. Ferdinand adalah striker yang pernah bergabung di Persib junior dengan rasio gol di atas 10 gol di dua musim terakhir. Di musim lalu bahkan Ferdinand menjadi topskor di IPL bersama Semen Padang dengan torehan 16 gol. Sedangkan Fortune Udo adalah topskor Divisi Utama 2011 bersama Persiba Bantul dengan 34 gol.

BEDAH TAKTIK

Prediksi susunan dan komposisi Persib vs Persisam

Persib Bandung akan memainkan formasi 4-2-3-1 dengan duet Naser Al Sebai – Abanda Herman di jantung pertahanan. Tepat d idepan mereka berdiri Asri Akbar dan Mbida Messi yang akan memfilter semua serangan awal Persisam. Merekalah tim  yang  bertanggung jawab di daerah bertahan Persib.

Pada pos penyerangan, Firman Utina, Atep, Dzumafo, dan M. Ridwan kembali menjadi andalan. Mereka akan menjadi tim menyerang dengan pembagian di sisi yang berbeda. Firman Utina – Ridwan – Supardi akan menjadi ‘tim’ yang lebih sering bergerak di area kanan, dan Herman Dzumafo – Atep yang akan menyerang lewat sisi kiri.

Formasi 4-2-3-1 ini sudah lumayan fasih dijalankan oleh skuad Djajang Nurjaman. Setidaknya sudah sekitar empat bulan ini Persib adaptasi memainkan pola ini. Pondasi yang mulai ‘diperkenalkan’ oleh Drago Mamic di musim kemarin. Pola yang semakin enak dimainkan dengan kedatangan Firman Utina dan Naser Al Sebai. Masalah Persib di awal Training Centre adalah tidak mempunyai attacking midfielder dengan kemampuan mumpuni dan terlalu seringnya bek melakukan clearance tidak perlu. Hal itu bisa ditambal dengan kedatangan Firman dan Al Sebai.

Sartono Anwar datang ke semifinal dengan formasi ‘usang’  3-5-2 yang menjadi trademark nya selama ini. Pierre Njanka seorang game reader  yang sangat baik menjadi orang terakhir di pertahanan Persisam bersama M. Robby dan Joko Sidik. Catatan untuk Joko Sidik adalah dia yang berhasil mematikan Noh Alamshah di stadion Siliwangi musim lalu.

Tidak ada yang cukup istimewa dari permainan yang disajikan Persisam. Mereka bermain terlalu Ferdinand Sinaga – sentris. Artinya, Ferdinand cenderung menjadi pusat penyerangan dari segala arah serangan Persisam. Kemampuan ‘bandel’ Ferdinand ini yang selalu diandalkan Sartono Anwar. Pelari cepat, finisher handal, dan raja diving yang cerdik.

Dengan datangnya Fortune Udo, tugas Ferdinand menjadi lebih ringan karena Udo juga tipikal striker yang lengkap. Finisher, mempunyai keeping ball yang baik, dan bisa meliuk –liuk dengan bola seperti yang bisa kita lihat dari pada Marcio Souza. Hal yang benar – benar harus Persib waspadai dari Persisam adalah duet bomber ini.

KESIMPULAN

Persib bisa mengeksploitasi flank kanan dan kiri Persisam. Dengan menggunakan pola tiga bek, ada lubang yang bisa dihajar pada sisi itu. Kebetulan, poros permainan Persib Bandung di usim ini ada pada kedua sayap terutama sayap kanan yang ditempati Ridwan dan Supardi. Artinya diatas kertas Persib menemukan lawan yang ‘cocok’ dengan formasi 3-5-2.

Jika menyerang lewat sayap masih sulit, Persib bisa melakukan opsi lain, yaitu menjajah Pierre Njanka. Njanka memang game reader yang baik, tetapi dia mempunyai kelemahan jika diajak beradu lari. Opsi memasukan pelari cepat seperti Kenji atau Airlangga bisa menjadi alternatif lain jika serangan lewat sayap mentok. Syaratnya Persib harus membuat garis pertahan Persisam menjadi naik dan tinggi. Ini akan membuat ada space untuk mengajak Njanka beradu lari.

Yang harus diwaspadai dari Persisam adalah manuver  dari Ferdinand Sinaga termasuk aksi pura-pura jatuh yang menyebalkan dan bisa membuat konsentrasi pemain Persib terpecah. Mengunci habis Ferdinand dan tidak lengah menjaga Fortunr Udo sudah cukup untuk membuat Persisam tidak bisa bergerak.

Tags: , , , , , ,

2 Responses to [Preview] Persib vs Persisam: 4-2-3-1 vs 3-5-2

  1. firmansyah on December 16, 2012 at 11:49 am

    mantaf…..setuju pasang striker berlari cepat…Pierre Njanka posturnya gempal/gendut…

  2. paijo on December 17, 2012 at 11:33 am

    dapet salam dari Sartono Anwar hahahahahahah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*