Advertise in this space

PBR 1 vs 3 Persib: Memaksakan 3 Striker

March 16, 2013

Derbi Bandung yang digembor-gemborkan antara PBR melawan Persib ternyata berjalan membosankan. Empat gol yang tercipta juga tidak membantu pertandingan untuk terlihat menarik. Di tangan pelatih barunya, Darko Jankovic, PBR kali ini mempercayakan skuatnya pada mayoritas pada pemain muda. Otomatis secara materi tim mereka kalah dari Persib yang dihuni oleh pemain yang sudah berpengalaman di level tertinggi kompetisi sepak bola Indonesia.

Apalagi kali ini PBR yang bertindak sebagai tuan rumah tidak diperkuat oleh dua dari empat pemain asingnya yaitu Dave Milanovic dan Nemanja Obric.

Babak I 

Di babak I, Persib mengandalkan skema 4-3-3 sementara Darko menggunakan formasi 4-2-3-1. Jajang kemudian mempercayakan lini serang Maung Bandung pada 3 orang strikernya, Kenji-SVD-Dzumafo. Pemain asal Kamerun ini kemudian diplot untuk mengambil peran free-role, yaitu bergerak bebas di belakang Kenji dan Van Dijk.

Formasi PBR vs Persib di Babak I

Di lini tengah, Atep, Ridwan, dan Hariono bertugas untuk mengalirkan serangan. Namun, tanpa Firman Utina skema serangan Persib sendiri cenderung monoton karena bola hanya dialirkan melalui attacking fullback, Toni Sucipto dan Supardi, yang kerap bergerak naik.

Mudahnya kedua fullback Persib mengeksploitasi lini pertahanan PBR tidak lepas dari tertutupnya ruang gerak Rizki Pelly dan Dolly Ramdhan untuk mengalirkan bola ke depan. Rizki Pellu yang bertindak sebagai poros serangan hanya mampu bergerak di depan area pertahanan saja. Tak heran gol pertama Persib yang dicetak oleh Dzumafo lahir dari umpan silang Supardi dari sisi kiri pertahanan PBR.

Di 15 menit awal permainan, Persib melakukan inisiatif serangan terhadap pertahanan PBR. Namun PBR setelah itu mampu lepas dari tekanan. Rizki pun kemudian beberapa kali berhasil memberikan umpan terobosan ke depan, atau mengalirkan bola ke sayap lapangan.

Atep dan Ridwan lalu melakukan pressing pada Rizki sehingga ada gap terlalu jauh antara lini tengah dan lini depan PBR. Akibatnya bola jarang sekali sampai ke kotak penalti Persib lewat poros tengah lapangan. PBR coba membobol gawang I Made dengan percobaan tendangan jarak jauh, atau mempenetrasi kotak penalti lewat umpan silang dari Arsyad dan Asep Mulyana.

Walau mampu menahan lini tengah PBR, serangan Persib sendiri cenderung membosankan dan selalu berasal dari sisi sayap. Hal ini dikarenakan di lini tengah Persib hanya Hariono saja yang merupakan seorang central-midfielder murni. Atep dan Ridwan, yang posisi aslinya adalah pemain sayap, dipaksakan untuk bermain di poros tengah.

Padahal Hariono sendiri di pertandingan ini harus jadi poros serangan sekaligus bertahan. Akibatnya baik Atep maupun Ridwan lebih memilih mengalirkan bola ke flank untuk dilanjutkan dengan umpan silang ke kotak penalti. Kedua winger ini jarang sekali menghasilkan umpan terobosan baik untuk SvD maupun Kenji. Tak heran gol kedua Persib, yang dicetak oleh SvD jugabermula dari umpan silang Atep dari sisi kiri lapangan.

Babak II

Memasuki babak II, permainan Persib juga tak kunjung membaik. Jajang memilih untuk tidak mengganti formasi, sementara Darko beralih dari 4-2-3-1 ke skema 4-3-3.

Skema PBR vs Persib babak II

Darko juga lalu menarik keluar Asep Mulyana dan menggantinya dengan Rendi yang diposisikan sebagai right-wing forward (RWF). Arsyad berpindah ke posisi kiri lapangan (LWF – left-wing forward) sementara Eka, yang semula berada dibelakang Gaston, turun ke tengah untuk mendampingi Rizki dan Dolly. Pemain yang disebutkan terakhir kemudian diganti oleh Adi Sulistia.

Namun pergantian skema serangan ini malah membuat Persib mampu mengobrak-abrik pertahanan PBR, yaitu dengan mengisolasi ketiga penyerang PBR di depan. Walau demikian, PBR sempat memperkecil kekalahan jadi 2-1 yang dihasilkan dari kecolongan Persib kala tendangan penjuru. Kala itu umpan silang Eka Ramdani berhasil dimanfaatkan oleh Mijo Dadic.

Persib kemudian menutup pertandingan lewat tandukan Abanda Herman, yang berasal dari umpan tendangan bebas Ridwan. Perubahan skema hanya dilakukan jajang ketika ia memasukkan Mbida Messi untuk menggantikan Herman Dzumafo di babak kedua untuk memperkuat lini tengah. Persib pun kemudian menggunakan formasi 4-4-2.

Kesimpulan

Keputusan Jajang untuk memainkan Atep dan Ridwan bukan pada posisi aslinya, karena kehilangan Firman Utina, bukanlah solusi bijak. Permainan Persib, yang mengandalkan bola ke arah flank untuk kemudian diakhiri dengan umpan silang, terlampau mudah terbaca. Beruntung Persib diuntungkan oleh perbedaan kualitas dan pengalaman pemain.

Tiga gol yang dicetak Persib jadi bukti tim ini mengandalkan serangan dari sisi sayap lapangan: umpan dari sayap kanan oleh Supardi pada gol pertama, crossing dari kiri oleh Atep pada gol kedua, serta tendangan bebas dari sisi kiri oleh Ridwan. Minim sekali peluang yang dihasilkan dari umpan terobosan. Padahal di bangku cadangan Persib sendiri memiliki Mbida Messi dan Asri Akbar yang notabene merupakan seorang central-midfielder murni.

 

3 Responses to PBR 1 vs 3 Persib: Memaksakan 3 Striker

  1. drei on March 16, 2013 at 11:07 am

    kalau menggunakan formasi pola 4-3-3
    gelandang jangan di paksakan ada dua gelandang serang
    gunakan 1 gelandang bertahan 1 gelandang murni dan 1 lagi gelandang serang :D

  2. sikehead on March 16, 2013 at 6:31 pm

    Janur sbagai permain mah hde,jd pelatih msh minim jam terbang..tara maen cm atau fm sih..:p..kamri vs pbr opensip pormasinamah tp nyak kitu we ningal aliran bola monoton,satuju jg analisis megbal..gelandang serangna make pemaen sayap sih, jd malipir wae maena :p..panasaran hayang nyaho 433 tapi make haryono messi/asri firman di tengahna..

  3. magrib on March 16, 2013 at 6:45 pm

    jiga na lewih cocok make formasi 4-2-3-1

    sayap : atep 7& M. ridwan
    Mc : asri akbar & hariono
    amf : Mbida messi
    fc ; SVd

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*