Advertise in this space

Post Match: Persib 3-1 Gresik United

April 1, 2013

Penulis: Haikal dan Mildan Daru

Bertepatan dengan ulang tahun Djajang Nurdjaman pada 30 maret 2013 kemarin, Persib kembali melanjutkan tren positifnya dengan memetik kemenangan 3-1 atas Gresik United di Stadion Siliwangi Bandung. Persib Bandung kini naik ke peringkat 7 klasemen Liga Super Indonesia dengan mengoleksi 18 poin hasil dari 11 pertandingan.

Proses gol pertama Persib oleh Kenji pada menit 32’ hasil umpan silang Supardi yang naik ke depan setelah menerima sodoran dari Ridwan melalui sayap kanan. Sedangkan gol kedua berawal dari intersepsi yang dilakukan Kenji di sisi kiri. Ia kemudian memberikan umpan ke Ridwan yang berdiri bebas di depan gawang pada menit 47’.

Sementara itu gol balasan Gresik United oleh Ahmad Sembiring pada menit 52’ berawal dari tendangan penjuru. Pemain tengah ini lepas dari kawalan Abanda Herman dan memasukkan bola ke gawang lewat sundulannya. Menutup pertandingan Van Dijk melesakkan gol melalui free kick pada menit 83’.

 

Formasi: 4-4-2 vs 4-2-3-1

Di beberapa pertandingan terakhir, Janur mengawali pertandingan dengan formasi 4-3-3. Hal ini dilakukan demi memaksimalkan potensi yang dimiliki tiga striker Persib, yakni Dzumafo, Kenji, dan Sergio van Dijk.

Namun kali ini, Janur menurunkan formasi 4-4-2 dengan menduetkan Kenji dan Sergio, dan mencadangkan Herman Dzumafo Epandi yang belum fit 100%. Peran Kenji dalam pertandingan tersebut adalah sebagai ujung tombak yang didampingi oleh Sergio van Dijk di belakangnya sebagai second striker.

Sementara itu lini tengah diisi Atep, Firman Utina, Hariono, dan M. Ridwan. Hariono berperan sebagai holding midfielder, dibantu oleh Firman Utina untuk membagi bola dan Atep serta M. Ridwan  masing-masing di kiri dan kanan untuk melancarkan serangan dari sayap. Di belakang, Nasser Al Sebay kembali berduet dengan Abanda Herman, diapit oleh Toni Sucipto dan Supardi. Penjaga gawang Made Wirawan pun kembali jadi starter.

Uutuk menghadapi Persib, pelatih Gresik United Kusairi menyiapkan formasi 4-2-3-1. Ia menggunakan double pivot yang diisi oleh Kacung Munip serta Ahmad Sembiring Usman. Pemain yang disebutkan terakhir ini musim lalu menjadi motor bagi Persiba Balikpapan bersama pemain Persib sekarang, Asri Akbar.

Sementara untuk lini serang, pelatih Khusaeri menempatkan Aldo Bareto sebagai striker tunggal. Pola permainan Gresik mengandalkan serangan balik cepat melalui agresifitas 3 pemain di belakang Aldo yaitu Suswanto, Chena, dan Matsunaga.

4-4-2 vs 4-2-3-1

Ketimpangan Serangan Persib

Dalam laga melawan Gresik ini, duet antara Ridwan dan Supardi di sisi kanan Persib begitu mendominasi. Bola pun cenderung dialirkan melalui kedua pemain ini ketimbang dari sayap kiri ataupun lini tengah.

Hal ini terjadi akibat pola pertahanan Gresik, yang diterapkan untuk meredam serangan sayap Persib, hanya berjalanan pada sisi kanan pertahanan Gresik saja. Siswanto yang bermain di sayap kanan, yang didampingi Ahmad Sembiring di tengah, sanggup menutup aliran bola menuju Atep.

Hal ini tidak terjadi di sisi sayap kiri. Matsunaga lebih berkonsentrasi menyerang dan tidak melakukan pressing pada Ridwan dan Supardi, sehingga terbuka ruang untuk Ridwan dan Supardi membangun alur serangan.

 

Tersendatnya Suplai Bola Van Dijk

Berperan sebagai second striker di belakang Kenji, Sergio van Dijk, yang diharapkan mampu berbuat banyak pada pertandingan ini, mengalami off day. Ia pun tidak mendapatkan suplai yang dibutuhkan dari lini tengah Persib. Secara keseluruhan, data menyebutkan bahwa Sergio di pertandingan ini hanya mendapatkan suplai bola sebanyak 10 kali, yaitu 6 kali di babak pertama (mampu dikonversi jadi 1 attempt) serta 4 kali di babak dua.

Meski demikian, Sergio masih dapat berkontribusi dalam proses terjadinya gol di babak pertama. Ia memberikan umpan silang kepada M. Ridwan, di saat penetrasinya ke kotak penalti Gresik United menemui tembok. Di menit ke-83 van Dijk dengan tendangan akurat kaki kirinya mengonversi tendangan bebas jadi gol dan memastikan kemenangan Persib.

Permainan Sergio yang kurang apik tersebut bisa disebabkan oleh setidaknya dua hal. Pertama karena Sasa Zecevic berhasil melakukan marking ketat pada Van Dijk. Akibatnya, Van Dijk sempat frustasi kemudian melakukan pelanggaran pada Sasa. Ia lalu dihadiahi kartu kuning oleh wasit pada menit 56.

Faktor kedua penyebab buruknya penampilan Van Dijk adalah karena jauhnya jarak antara lini tengah dan lini depan.

 

Jarak Antar Lini Terlampau Jauh

Jarak antar lini yang kurang rapat kerap menghadirkan masalah bagi Persib, tidak hanya saat menyerang, tapi juga saat bertahan.

Adanya gap ini diakibatkan bek Persib, terutama di babak pertama, yang terlalu turun ke bawah sementara 2 gelandang tengah, Hariono dan Firman, jarang menjemput bola ketika bola berada di pertahanan Persib. Akibatnya pemain depan Gresik pun agresif dalam melakukan defensive action untuk merebut bola di area pertahanan persib.

Hariono dan Firman saat menyerang kerap meninggalkan ruang kosong yang bisa dieksploitasi oleh Gresik United melalui umpan-umpan panjang pada Shohei atau Siswanto. Kedua pemain Gresik ini pun acap kali langsung berhadapan dengan back four Persib setelah menerima long ball tersebut.

Serangan balik Gresik ini kerapkali membuat Abanda Herman melakukan blunder karena tidak mampu menguasai bola dengan baik. Ia pun sering gagal melakukan clearance dan bola di kakinya terebut lawan.

Pada awal babak kedua, empat bek sejajar Persib lebih naik ke depan sehingga jarak antar lini Persib kini lebih rapat dan aliran bola lebih lancar. Namun adanya serangan balik cepat yang datang bertubi–tubi menyebabkan lini pertahanan Persib kembali turun.

Total pertahanan Persib 7 kali kehilangan bola di area sendiri. Statistik ini tak bisa dipandang remeh. 7 kali kehilangan bola di wilayah sendiri bisa sangat berbahaya jika lawan memiliki materi menyerang yang mematikan. Kegagalan bersikap tenang saat di bawah tekanan ini memang menjadi handicap tersendiri bagi barisan belakang Persib dalam beberapa musim terakhir.

Terlebih setelah Gustavo Chena ditarik keluar, digantikan oleh Riski Novriansyah, dan Gresik mengubah formasi jadi 4-4-2.  Duet Aldo Barreto dan Riski tercatat beberapa kali lagnsung berhadapan dengan Abanda-Nasser dan menghadirkan ancaman ke gawang Made dan Shahar Ginanjar.

Selain itu, lini belakang Persib juga bermasalah menghadapi situasi bola mati berupa tendangan sudut. Hal ini terbukti dengan gol terciptanya Gresik United. Ahmad Sembiring mampu melakukan free header tanpa ada pengawalan dari pemain Persib.

 

Buruknya Performa Firman Utina

Seusai pertandingan panpel mengumumkan bahwa Firman Utina menjadi Man of The Match. Hal ini mengejutkan karena Kenji kami anggap lebih layak karena kontribusinya dengan 1 gol dan 1 assist.

Sebagai seorang playmaker, bahkan masih sering dianggap sebagai playmaker terbaik Indonesia, Firman tidak terlalu mendominasi permainan dengan minimnya penguasaan bola. Tercatat “hanya” 30 passing yang dilakukan oleh pemain tim nasional ini, tanpa menyumbang satu gol atau pun assist.

Di babak pertama, Firman, yang diharapkan memberikan influence bagi serangan Persib ini, justru tidak banyak melakukan passing. Tercatat di babak pertama rasio keberhasilan passing Firman hanya mencapai 47% dengan 7 passing berhasil dan 8 gagal.

Dari passing yang dilakukan Firman di babak pertama ini, tercatat hampir semua dilakukan di sisi kanan atau memiliki kecenderungan untuk memberi passing ke sisi kanan. Hanya sekali Firman memberikan bola ke areal tengah.

Minimnya peran Firman juga terlihat dalam gol pertama yang dicetak oleh Kenji Adachihara. Kombinasi yang dimunculkan oleh M. Ridwan dan Supardi ini pun berawal dari aksi Sergio van Dijk, yang memberikan umpan silang di dekat kotak penalti, kepada M. Ridwan. Bukan melalui kaki Firman.

Memasuki babak ke dua, permainan Firman tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Justru kontribusi dari passingnya menurun, karena dia hanya melakukan 14 passing dengan tingkat keberhasilan 50%, 7 berhasil dan 7 gagal. Pada dua gol yang dicetak di babak ke dua pun, Firman hampir tidak berkontribusi secara langsung dalam proses terjadinya gol.

Hal ini tidak lepas dari apiknya peran Ahmad Sembiring dalam berduel dengan lini tengah Persib. Duetnya dengan Kacung Munip, sebagai pengawal back four Gresik United, berhasil memutus serangan-serangan Persib yang disusun oleh Hariono dan Firman Utina. Akibatnya serangan Persib kembali dilakukan dari kombinasi Supardi-M. Ridwan yang dibangun dari belakang.

Firman yang seharusnya berperan besar dalam pondasi serangan Persib, justru sering kerepotan mengambil kembali bola yang hilang dari kekuasaannya. Padahal Firman juga melakukan beberapa defensive actions, yaitu 1 kali intersepsi dan 5 kali tackle (dua diantaranya sukses).

Ini catatan yang sebaiknya tak diabaikan begitu saja oleh Janur dan staf pelatih.

 

Substitusi Tidak Berpengaruh

Secara taktikal, pergantian pemain yang dilakukan oleh Persib tidak mengubah permainan secara signifikan. Hanya saja keluarnya Kenji yang diganti oleh Dzumafo, menjadi salah satu pergantian yang cukup menurunkan kualitas serangan Persib, karena Kenji sedang bermain bagus di pertandingan itu.

Beruntung penetrasi Dzumafo di sisi kanan berhasil memenangi satu foul yang berujung gol dari tendangan bebas Sergio.

 

Kesimpulan

Persib kembali dominan bermain di flank karena infuence yang diberikan oleh lini tengah Persib tidak begitu terlihat. Jarak antar pemain yang terlalu lebar merepotkan Persib baik saat menyerang maupun bertahan. Saat menyerang Sergio kurang mendapatkan supply karena bola lebih banyak dimainkan di sayap, sedangkan saat bertahan, ruang kosong yang ditinggalkan oleh para pemain Persib kerap dimanfaatkan oleh pemain Gresik.

Persib beruntung Supardi dan Toni Sucipto di pertandingan ini disiplin saat menyerang maupun bertahan. Hanya tercatat dua kali Supardi kecolongan oleh Matsunaga di sisi kanan pertahanan Persib.

Tags: , , , , ,

4 Responses to Post Match: Persib 3-1 Gresik United

  1. Moch Fikri on April 1, 2013 at 10:12 pm

    sip, setuju pisan. seharunya kenji man of the match. panpel oge kudu di koreksi tah kumaha cara penilaianna.
    bravo PERSIB , ditunggu post-match selanjutna mang.

  2. arta on April 1, 2013 at 10:55 pm

    Jigana firman jd MOTM udah request, jelas kenji sangat berperan kemarin, 1 goal, 1 assist, semua penonton yg hadir di stadion ataupun di tv udah pasti tau, siapa yg jadi juaranya ..:)))).. Pemilihan FU sbg MOTM salah besar menurut oeh… Lagi” naser banyak blunder, teuing keur mikiran naon…
    Coach djnur masih kurang berani dalam rotasi pemain.. Hayoh weh eta” deui nu maen..

  3. raull on April 2, 2013 at 1:17 am

    evaluasi ini paling bagus!
    Saya mau bilang ini:
    Persib hati2 jangan main terlalu emosi. Persib harus belajar main professional. Pertanding ini ada bayak peluang2 bagus,tapi pemainan2 tdk pake otak. semua pemain mau cetak goal.Sergio berapa kali bediri bebas tapi teman permain tdk kasi bola untuk dia.Pertanding ini emosional kasih menangan 3-1, tapi kalau Persib main professional pertanding ini jadi 6-1.
    Saya prediksi kalau Persib tinggal main emosional tdk bisa jadi juara.Janur, harus belajar main professional kalau mau jadi juara.

  4. Sopyana on April 2, 2013 at 4:01 pm

    lini tengah kuduna di isi pamen pamen ngotot, di lini belakang kudu aya pamaen nu cerewed ngordinir pamaen nyaeta Maman, hareup mah oke.. Ieu usulan ti simkuring starting eleven Persib .. Yes
    4-3-3
    kiper: Shahar Ginanjar
    bek: Supardi, Abanda, Maman (c), Tony Sucipto
    tengah: M. Ridwan, Hariono, Asri Akbar
    depan: Dzumafo, Kenji, Van Dijk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*