Advertise in this space

Post Match: Persela 1 vs 1 Persib – Hasil Maksimal Saat Taktik Tak Berjalan

May 3, 2013

Persib gagal membawa pulang hasil sempurna di tur Jatim kali ini. Dengan memanfaatkan kelengahan lini belakang Persib, Syamsul Arief berhasil melesakkan gol penyeimbang di menit-menit akhir pertandingan. Persib pun kemudian tak mampu membuat rekor kemenangan tandangnya berlanjut. Dengan hasil imbang ini, Persib mendapatkan raihan 34 poin, dan berada di posisi 4 klasemen.

Pertandingan ini sendiri mendapat banyak sorotan, terutama karena pilihan strategi dari coach Janur. Lalu bagaimana hasil imbang bisa terjadi? Simak ulasan pertandinganya berikut:

 

Formasi Persela Lamongan vs Persib Bandung

4-2-3-1 Ala Janur

Starting Persela: Huda (GK), R Gullien, Sang Min, E Taufik, S Lewanusa, G Lopez, D Rosade, Inkyun, J Suparno, S Arif, M Costas.
Starting Persib: Made (GK), Abanda, Naser, Supardi, Tony, Hariono, Mbida, Firman, M Ridwan, Dzumafo, Van Dijk.

Ketika melihat starter diatas, muncul dugaan bahwa Janur akan menerapkan pola 4-4-2 seperti biasa dengan Firman yang ditempatkan di flank kiri. Susunan pemain yang tidak biasa, memang, mengingat masih ada Atep di bangku cadangan dengan kondisi yang fit. Namun, terlihat dari permainan babak pertama, justru Dzumafo-lah yang beroperasi di sayap kiri. Sementara itu Firman, Hariono, dan Messi lebih sering bergerak ditengah. Van Dijk kemudian berperan sebagai targetman di depan.

Dengan formasi ini, permainan Persib sendiri tidak berkembang. Di 5 menit awal permainan, Maung Bandung tak bisa memberikan perlawanan terhadap Persela yang kerap melakukan pressing. Walau demikian, Persib sendiri sebenarnya sempat mencuri gol melalui counter attack di menit ke 6. Tapi wasit menganulir gol tersebut karena Van Dijk keburu berada di posisi offside.

Kegagalan permainan Persib dibabak pertama pun terlihat dari statistik pertandingan. Hanya empat kali Persib mampu menciptakan attempts, dengan hanya satu yang on target. Sementara Persela leluasa untuk melakukan 5 attempts on target ke gawang I Made. Selain itu, Persib pun kalah dari Persela dalam hal penguasaan bola, dengan 55%-45% untuk dominasi tuan rumah.

 

Lubang di Sayap Kiri dan Performa Toncip Yang Menawan

Penempatan Dzumafo, yang memang tidak memiliki kemampuan bertahan baik, membuat pertahanan kiri Persib bolong. Ini lah yang acap kali dimanfaatkan oleh Persela. Lihat saja arah serangan Persela dibabak pertama melalui sayap, yaitu 63% ke area kiri dan 37% sisanya melalui kanan pertahanan Persib. Fakta yang membuktikan memang area kiri Persib diekspolitasi oleh Persela.

Dzumafo yang buruk dalam bertahan dan tak tampil baik dalam menyerang, membuat sayap kiri Persib mati. Sebagai pemain sayap kiri, seharusnya Dzumafo mampu melakukan crossing, atau melakukan pergerakan berbahaya melalui areanya. Tapi, dalam 45 menit babak pertama hanya sekali Dzumafo melakukan umpang silang. Itupun berakhir gagal. Sementara pergerakan yang mengancam gawang Persela nyaris tidak ada.

Dengan 63% arah serangan Persela dilakukan ke flank kiri, Toni Sucipto memikul beban paling besar. Selama babak pertama ia pun sering berduel dengan Jimi Suparno, yang selalu overlap kedepan. Tercatat 7 kali Toncip menggagalkan serangan Persela, baik dengan intercept, clearance, maupun tackle.

Tampil di bawah tekanan serangan Persela, Toncip bukannya tak memberikan kontribusi dalam menyerang. Sesekali pemain ini masih maju bahkan hingga kotak penalti Persela.

Sayangnya penampilan Toncip yang nyaris sempurna ini harus diwarnai kecacatannya membiarkan Syamsul Arif tak terkawal di areanya. Tapi kesalahan ini tak ditanggung oleh Toncip seorang, karena gol Persela lahir dari bola liar yang gagal di clearance oleh Nasser. Ini yang membuat Persib gagal mempertahankan tren menang.

 

Perubahan skema 4-2-3-1 ke 4-4-2

Ketika pola 4-2-3-1 diterapkan dibabak pertama, Persib tampil bobrok. Trio gelandang Firman, Mbida, dan Hariono terlihat tidak sinkron dalam bergerak. Tak ada umpan–umpan pendek diantara ketiganya, maupun trough ball ke arah Van Dijk sebagai targetman. Yang mereka lakukan justru long ball langsung ke depan.

Kondisi ini semakin diperparah dengan ketidakmampuan Dzumafo yang lambat menerima bola daerah. Bahkan, Van Dijk kerap kali harus turun ke belakang, seakan memberi contoh bagaimana seharusnya para gelandang melayani seorang striker.

Setelah turun minum, Janur merubah formasi ke 4-4-2 namun tanpa merubah komposisi pemain. Ini dilakukan dengan menggeser Firman ke kiri dan menempatkan Dzumafo kembali menjadi targetman didepan. Perubahan ini berdampak positif, setidaknya di 10 menit awal babak kedua.

Meski tampil tidak terlalu istimewa, Firman yang menempati posisi flank kiri perlu diberikan kredit. Di lima menit awal babak kedua, melalui satu crossing berbahaya dan aksinya lah Persib kemudian mampu menciptakan sebuah gol. Setelah dilanggar oleh pemain Persela, Firman mengambil tendangan bebas. Hasil rebound tendangan bebasnya lalu berhasil dimanfaatkan oleh Ridwan untuk menghasilkan gol bagi Persib.

Dengan tampilnya Firman di flank kiri, pertahanan kiri Persib yang banyak diserang dibabak pertama, lalu tampil lebih solid. Serangan Persela menjadi lebih bervariasi dan tak melulu difokuskan di area ini. Melalui playmaker mereka, Inkyun Oh, Persela mencoba membongkar pertahanan Persib dari tengah. Dengan pola triangle antara Gustavo Lopez – Mario Costas – Inkyun Oh, Persela coba memanfaatkan lambatnya 2 center back Persib. Tendangan jarak jauh dan tusukan ketiganya pun sempat merepotkan pertahanan Persib.

Namun performa Firman dalam bertahan hanya bertahan sebentar. Nalurinya sebagai playmaker membuat Firman sering out of potition dan meninggalkan tanggung jawabnya sebagai penyeimbang sayap kiri. Firman pun lebih sering bergerak ke tengah. Hal inilah yang membuat Firman harus ditarik keluar dan digantikan Atep di menit 70.

 

Catatan Performa Dzumafo, Super Dzumafo?

Di laga sebelumnya melawan Persepam, Dzumafo melakukan selebrasi gol dengan memperlihatkan kaos dalamnya dengan tulisan Super Dzumafo. Layakkah dia dipanggil Super Dzumafo?

Mari kita lihat statistik Dzumafo diluar 6 gol yang dicetaknya di musim ini. Pada pertandingan melawan Persepam, Dzumafo hanya mencatat 2 attempts, yaitu satu shoot on target yang membuahkan gol, dan 1 tendangan melenceng. Untuk penguasaan bola juga ia tampil buruk, dengan 6 kali Dzumafo kehilangan bola dari penguasaanya. Jumlah itu belum dihitung dengan salah passing dan kontrol bola yang lepas.

Dalam Pertandingan melawan Persela sendiri, performa Dzumafo tak ada bedanya. Bahkan bisa dibilang lebih buruk. Hanya ada 1 attempts off target yang bisa ia bikin selama pertandingan. Padahal, tercatat ada 4 kali peluang yang seharusnya bisa menjadi diubah jadi attempts.

Sebenarnya ini bukan pertama kali Dzumafo ditempatkan melebar di kiri. Di pertandingan melawan Persiba, Dzumafo juga sempat tampil di sayap kiri. Bedanya kala itu dia ditempatkan sebagai left winger dalam formasi 4-3-3. Namun, sebagaimana pertandingan ini, pergerakan lambatnya tidak membantu banyak bagi pola penyerangan Persib kala itu.
Terlalu jauh memang jika membandingkan Dzumafo dengan Sergio. Dzumafo mencetak 6 gol musim ini sedangkan Sergio sudah mencetak 11 gol dan menjadi top score di Persib. Tapi yang banyak orang lupa adalah, posisi Sergio bukanlah sebagai targetman. Sementara Dzumafo selalu berada di posisi terdepan Persib dan digadang sebagai tukang eksekusi gol bagi Persib. Lalu dengan performa demikian, layak kah dia dipanggil Super Dzumafo?

 

Kesimpulan

Satu hal yang menarik untuk diamati dari pertandingan ini adalah susunan pemain dan formasi yang diturunkan coach Janur. Keputusannya bermain dengan pola 4-2-3-1 bisa dipertanyakan, mengingat formasi 4-4-2 yang biasa digunakan terbilang masih powerfull. Tengok saja hasil kemenangan besar Persib musim ini yang seluruhnya menggunakan pola 4-4-2. Demikian pula dengan keputusannya menurunkan pemain dalam pos yang tidak sesuai. Misalnya saja penempatan Dzumafo atau Firman Utina di flank kiri.

Masih ada waktu untuk mempersiapkan pertandingan selanjutnya diputaran kedua. Jika memang komposisi pemain yang ada tidak sesuai dengan keinginan formasi coach Janur, tidak ada salahnya untuk melakukan beberapa tambalan. Akan menarik melihat siapa yang masuk dan keluar di tim Persib di transfer window kali ini.

 

by: @mildandaru

Tags: , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*