Advertise in this space

Post Match: Persepam 1 vs 3 Persib – Menantikan Kreatifitas Djadjang Dalam Melakukan Serangan

May 2, 2013

Persib Bandung berhasil meraih kemenangan atas lawatannya ke Stadion Gelora Bangkalan saat melawan Persepam Madura United, Hari Minggu kemarin (29/4). Persib yang bermain dominan mampu memecah rekor tak pernah menang di luar Bandung di musim ini. Persib menang 1-3. Dengan kemenangan ini, praktis Persib berhasil meneruskan tren positif mereka yang selalu meraih kemenangan dalam 7 laga beturut-turut. Atas raihan ini posisi Persib naik ke peringkat 3 dengan nilai 33 point dari 16 pertandingan.

Di Laga ini sebenarnya Persepam mampu unggul terlebih dahulu melalui Gol yang dicetak Kristian Aldemund. Tendangan jarak jauhnya dari luar kotak penalti diantisipasi secara blunder oleh I Made Wirawan yang malah membuang bola ke gawangnya sendiri.

Formasi Persib vs Persepam

Persib yang prima dan Persepam yang pincang

Pada laga ini, Persib Bandung kembali tampil dengan formasi yang sama pada 2 laga sebelumnya yaitu 4-4-2. Di depan Djajang kembali memilih duet Sergio van Dijk dan Herman Dzumafo, dengan menggeser Sergio agak lebih mundur ke belakang tentunya.

Di Tengah, penampilan ciamik duet Mbida Messi dan Hariono di dua laga pertandingan terakhir membuat mereka kembali mengisi posisi Central Midfielder pada starting eleven. Pada posisi sayap, M. Ridwan [kanan] dan Atep [Kiri] menjadi pilihan utama Djajang. Hal serupa terjadi dibarisan pertahanan, kwartet Supardi-Naser-Abanda-Toni Sucipto sulit tergantikan.

Di kubu tuan rumah,dengan pola formasi yang sama. Persepam tampil sedikit pincang. Pelatih Daniel Roekito lebih memilih membangkucadangkan Michael Orah dan Isaac Jober yang kerap dijadikan starting line-up.

Posisi fullback kiri yang ditinggalkan oleh Michael Orah digantikan oleh Khokok Ronairto. Bersama pemain lokal lainnya; Firly, Fachruddin dan Denny Rumba, mereka mengisi kwartet bek Persepam. Tak ada perubahan di lini tengah dan depan Persepam. Pada posisi striker, Daniel tetap menduetkan Osas Saha dan pemain veteran Zaenal Arif dalam menggendor barisan pertahanan Persib.

 

Memanfaatkan kelemahan Abanda

Hal yang cukup menarik adalah bagaimana penerapan strategi yang diterapkan oleh skuad Persepam dalam pertandingan ini. Berbeda dengan strategi 4-4-2 pada umumnya yang kerap mengandalkan serangan dengan memanfaatkan lebar lapangan. Pada formasi yang diterapkan oleh skuad Persepam penyerangan lebih banyak dilakukan melalui bagian tengah melalui tik-tak atau turn over yang dilakukan oleh Zaenal Arif maupun Osas Saha.

Dengan penarapan strategi tersebut terlihat bahwa Daniel Roekito berusaha memanfaatkan kelemahan 2 center back Persib yang kerap melakukan blunder [tak sejajar dan tak pernah melihat pergerakan lawan] dan melakukan pelanggaran yang tidak perlu.

Dan benar saja, melalui strategi tersebut Persepam meraih keuntungan dengan mendapatkan peluang tendangan bebas di area luar kotak penalti sebanyak 3 kali pada babak pertama. Free-kick yang dihasilkan pun merupakan hasil dari pelanggaran yang dilakukan oleh Abanda karena kerap tertinggal dan terkecoh oleh pergerakan duet Osas Saha-Zaenal Arif.

Selain itu, penyerangan melalui bagian tengah lapangan dilakukan karena kedua winger Persepam Khoirul Mashuda [kanan] dan Kristian Aldemund [kiri] bermain lebih bertahan karena mengemban tugas untuk lebih bersifat defensive winger. Titah ini tentu saja demi menahan poros serangan Persib yang kerap mengandalkan serangan dari sayap melalui Supardi-Ridwan pada sayap kanan dan Atep-Tony Sucipto pada sayap kiri.

 

Deep Defense Line yang jadi Boomerang bagi Persib

Menanggapi strategi yang diterapkan Daniel Roekito, Djadjang dengan sigap langsung menginstruksikan anak asuhnya di lini belakang untuk bermain pada garis pertahanan yang mundur lebih dalam, sehingga aliran bola kepada Zaenal Arif dan Osas Saha dapat terputus akibat jarak antara lini tengah-depan Persepam yang terlalu jauh.

Kendati berhasil meredam serangan lawan, namun nyatanya pola ini menjadi boomerang tersendiri bagi Persib. Jarak antara lini pertahanan yang digalang Abanda cs dengan lini tengah Messi cs menjadi cukup jauh. Terlihat beberapa kali Hariono dan Messi kerap kerepotan dalam meng-cover lini tengah saat Persib menerima serangan balik. Khususnya Mbida Messi, peran aktifnya yang selalu memasuki area final third meninggalkan lubang yang cukup besar karena ia terlambat mundur ke belakang. Tercatat 4 tembakan jarak jauh berhasil dilakukan Persepam di area posisi yang mestinya dijaga Messi.

Proses gol Atep. Assist by Tony Sucipto. Key Pass by Sergio van Dijk.

Stabilitas Dua Gelandang Tengah Persib

Stablilitas Hariono yang kerap melakukan intercept dengan baik patut diacungi jempol. Pada laga ini Hariono kembali berhasil melakukan tackle dengan bersih terhadap pemain lawan tanpa menghasilkan pelanggaran sama sekali. Passing completed-nya yang sesekali mengarah ke pada striker maupun sayap Persib cukup membuat lini pertahanan Persepam ketar-ketir.

Sedangkan Mbida Messi, terlepas dari lambatnya saat bertahan. Umpan-umpan diagonalnya ke sisi sayap serangan Persib cukup memberikan kontribusi positif atas strategi yang diterapkan Djadjang. Tercatat, dari umpan diagonal yang Mbida Messi lakukan hanya sekali yang gagal dikuasai oleh Persib Bandung. Hal itu pun karena kesalahpahaman antara Messi dengan Supardi.

 

Mempertanyakan Peran Firman Utina di Persib?

Tiga pergantian pemain yang dilakukan oleh Djadjang dengan menarik Mbida Messi, Dzumafo dan Atep yang digantikan oleh Firman Utina, Kenji Adachihara dan Airlangga tidak membuat pola permainan Persib semakin baik. Malah masuknya Firman Utina yang menggantikan Mbida Messi membuat Persib semakin borok di lini tengah.

Djadjang beranggapan masuknya Firman sebagai playmaker mampu mendorong Sergio menjadi target-man didepan menggantikna Dzumafo yang ditarik keluar. Di Babak pertama memang, minimnya pasokan bola membuat Sergio lebih banyak bermain sebagai playmaker. Inisiasi Sergio dalam bermain pada second line pun merupakan salah satu metode guna melakukan variasi serangan yang berbeda. Terbukti, proses gol atep pun diawali keypasses Sergio yang bermain apik.

Karena mungkin geram lini tengah dan depan tak mampu 100% bekerja optimal, ditambah dengan pressing sang manajer yang tak lelah berteriak memaki kepada Messi dan Dzumafo di lapangan. Membuat Djadjang menarik kedua pemain ini.
Masuknya Firman otomatis membuat Sergio menjadi target man dan Firman sebagai playmaker. Namun apa daya, bukannya tambah baik, lini tengah Persib terlihat kurang kreatif jika dibandingkan ketika Mbida Messi masih mengisi pos gelandang tengah.

Firman tak melakukan turnover, Firman tak melakukan through pass matang, dan bahkan Firman tak melakukan passing-passing diagonal yang dilakukan Messi yang sering membuat kerepotan lini belakang Persepam. Membuat masuknya Firman Utina seakan-akan tidak membuat pola penyerangan Persib menjadi lebih baik.

 

Persib Corner to Near Post

Strategi Set-Pieces yang dilakukan Persib pada laga ini patut dipehitungkan. Karena, umumnya bola-bola corner maupun free-kick selalu diarahkan menuju tiang dekat dan hasilnya pun melalui strategi ini Persib Bandung banyak berhasil melakukan ancaman ke gawang Persepam Madura United yang dikawal oleh Alovonsius Kelfan. Tercatat, ada 4 percobaan tendangan sudut yang diarahkan menuju tiang dekat dan salah satunya membuahkan hasil melalui gol yang dicetak oleh Naser Al-Sebay.

 

Kesimpulan
Terlihat jelas bahwa pada pertandingan ini terjadi perbedaan kelas antara antara Persepam Madura dan Persib Bandung. Kendati sudah berupaya meredam serangan persib yang didominasi dari sayap, Daniel tetap gagal.

Catatan bagi Djadjang, pola serangan yang ia lakukan lambat laun sudah mampu terbaca oleh lawan-lawannya. Beruntung lawan yang dihadapi adalah Persepam. Jika saat menghadapi Persipura yang notabene memiliki pemain dengan kecepatan dan daya jelajah luas, dapat dipastikan Persib akan habis.

Pola penyerangan dari flank Persib sangatlah begitu dominan. Gol yang dicetak Naser, Dzumafo dan Atep tak dapat dilepaskan dari pergerakan pemain yang kerap bermain secara move into channels. Hal tersebut didukung oleh passing yang dilakukan oleh gelandang tengah Persib yang secara kuantitas lebih banyak melakukan passing ke arah sisi lapangan dibandingkan dengan passing yang dilakukan melalui umpan through pass.

 

Penulis Syahar Aliyasa.

Tags: , , , , , ,

One Response to Post Match: Persepam 1 vs 3 Persib – Menantikan Kreatifitas Djadjang Dalam Melakukan Serangan

  1. sanesasaha on May 7, 2013 at 2:10 pm

    “Karena mungkin geram lini tengah dan depan tak mampu 100% bekerja optimal, ditambah dengan pressing sang manajer yang tak lelah berteriak memaki kepada Messi dan Dzumafo di lapangan.”

    haha hidup PAUMUH!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*