Advertise in this space

Persib Putaran I : Si Jago Kandang yang Sering Menyerang dari Kanan (+infografis)

May 11, 2013

Infografis Persib Putaran 1

Paruh pertama kompetisi Indonesia Super League telah berakhir. Setelah melalui 17 pertandingan, Persib Bandung berhasil bercokol di posisi empat klasemen Liga Super Indonesia dengan mengumpulkan 34 poin atas raihan hasil 10 kali menang, 4 kali seri, dan 3 kali kalah. Dengan selisih 7 poin dari pemuncak klasemen, Persipura Jayapura, Persib sendiri masih memiliki peluang untuk meraih gelar juara Indonesia Super League.

Banyak hal-hal menarik yang dialami oleh Persib Bandung selama putaran pertama ISL yang patut untuk diulas. Pada kesempatan kali ini, Mengbal akan membahas kinerja Persib dilihat dari statistik gol yang telah kami kumpulkan dan kami rangkum. Berikut ulasannya:

Striker Persib Cukup Tajam

Selama paruh pertama ISL, tercatat bahwa 22 dari total 38 gol Persib (atau 58%-nya) berasal dari pemain yang berposisi sebagai striker. Presentase tersebut menunjukkan bahwa lini penyerangan Persib cukup tajam dengan menyumbang lebih dari setengah total gol yang dicetak Persib.

Jika dikaitkan dengan formasi yang diterapkan oleh pelatih Jajang Nurjaman, hal ini terasa wajar. Apalagi formasi 4-4-2 yang kerap digunakan Janur mengandalkan flank yang mengalirkan bola pada duet striker yang sudah menunggu di area pertahanan lawan.

 

Sergio-Sentris

Tak dapat dipungkiri bahwa peran Sergio van Dijk begitu dominan bagi tim Persib Bandung. Tercatat 11 gol, 4 assist dan 1 key passes telah dihasilkan oleh Sergio van Dijk. Dapat diartikan bahwa Sergio berkontribusi terhadap 16 gol memasukan Persib selama putaran pertama Indonesia Super League. Atau, jika dimasukan kedalam bentuk presentase, sebesar 42% dari total 38 gol memasukan Persib.

Selain hal tersebut, dapat dikatakan bahwa Sergio van Dijk merupakan seorang striker yang bertipikal complete forward. Ini dikarenakan Van Dijk tidak hanya mencetak gol lewat open play.

Ketika melawan Gresik United dan Arema Cronous, ia mencetak 2 gol melalui bola mati. Sementara saat melawan Persisam Samarinda, PSPS Pekanbaru, Sriwijaya FC, 3 gol ia ceploskan lewat sundulan. Satu gol lagi ia dapatkan lewat long-shot dari luar kotak penalti ketika melawan Persija.

Catatan lainnya adalah mengenai 4 assist yang ia hasilkan. Dua ia lakukan lewat umpan silang dari sayap lapangan, sementara dua lainnya dari second line. Satu-satunya key-passes yang ia bikin juga terjadi lewat area second line.

Melalui catatan ini terlihat bahwa Sergio van Dijk memiliki kemampuan yang komplit. Ia memiliki mulai dari finishing, first touch, heading, crossing, passing dan creativity yang sama baiknya.

Right Flank Persib yang Begitu Dominan

Bisi dibilang kekuatan utama Persib berada pada sektor sayap kanan penyerangannya. Ini dilihat dari hasil rekapitulasi data pemain Persib selama putaran pertama, yaitu Supardi yang menorehkan 1 gol dan 6 assist serta M. Ridwan menorehkan 6 gol juga 2 assist.

Raihan ini jauh berbeda jika dibandingkan dengan sektor sayap kiri penyerangan Persib. Tercatat kombinasi Tony Sucipto – Atep hanya menghasilkan 3 gol 2 assist, yaitu 2 gol dari Tony dan atep yang membuat 1 gol dan 2 assist

Namun, terasa wajar apabila kontribusi sayap kanan Persib begitu tinggi terhadap raihan gol Persib. Memang, poros Supardi – M. Ridwan sendiri telah berduet sejak lama, yaitu kala keduanya masih menggunakan seragam Sriwijaya FC. Tak heran saat mendarat di kota Bandung, keduanya pun masih tetap padu.

Agresivitas Gol Kandang Persib

Akumulasi gol kandang Persib selama putaran pertama Indonesia Super League dapat dibilang memuaskan, dengan angka rataan 2,78 gol/pertandingan. Hal tersebut membuktikan bahwa Persib Bandung begitu superior jika berlaga di hadapan pendukungnya sendiri. Bandingkanlah dengan rataan gol tandangnya yang hanya 1.63 gol/pertandingan. [lihat grafis]

Tercatat juga bahwa dari 9 laga kandang di putaran pertama, Persib hanya 3 kali gagal membobol gawang lawan diatas 3 gol. Pada 3 laga kandang tersebut Persib meraih hasil seri 1-1 melawan Persipura dan menang 1-0 atas Persiba dan Arema

Rapuhnya Lini Pertahanan Persib

Keroposnya lini pertahan Persib patut menjadi sorotan. Bahkan rataan kebobolan per-pertandingannya bisa mencapai 1.29 goal/match. Performa ini tidak sebanding dengan lini pertahanan Persib yang diisi oleh pemain-pemain yang mentereng dan penuh reputasi baik.

Rekor Cleansheet yang Buruk

Seringnya kebobolan berimbas pada catatan cleansheet Persib yang tidak memuaskan. Tercatat hanya 3 cleansheet yang berhasil diraih oleh Persib selama putaran pertama Liga Super Indonesia.

Dua raihan cleansheet ini didapat ketika Persib bertanding di depan pendukungnya sendiri ketika melawan Persiba dan Arema. Sementara satu cleansheet lainnya didapat ketika Persib bertandang ke markas Persidafon Dafonsoro.

Satu hal menarik dari catatan cleansheet ini adalah  raihan gol Persib pada laga tersebut tidak pernah melebihi dari 1 gol.

Konsentrasi yang Kerap Hilang di Babak II

Jika dilihat dari data distribusi kebobolan, terlihat bahwa gol-gol lawan acap kali bersarang di gawang I Made/Sahar di babak kedua. Bahkan, 59% gol yang bersarang di gawang Persib terjadi di babak ke II.

Ini dapat dipengaruhi oleh beberapa hal seperti faktor kelelahan pemain ataupun strategi yang diterapkan oleh Jajang Nurjaman pada babak pertama mampu dibaca oleh pelatih lawan.

Selain itu, ini berarti lawan dapat memanfaatkan dengan baik moment half-time team talk yang krusial untuk memberikan instruksi kepada para pemainnya. Minimnya variasi strategi yang diterapkan Janur juga turut membuat counter terhadap taktik yang diterapkan oleh Persib berhasil dijalankan oleh tim lawan. [lihat grafis tabel bawah kiri]

Proses Gol

Tercatat bahwa proses gol Persib terbanyak di cetak melalui open play dengan presentase sebesar 64%.

Hal menarik lainnya dalam proses gol yang dicetak oleh para pemain Persib adalah pada gol melalui Dead Ball Situation lewat Free-Kick. Dari total 7 gol yang dicetak dengan cara ini, 6 diantaranya merupakan hasil tendangan bebas yang diambil oleh Firman Utina. Sementara satu gol sisanya merupakan hasil dari free-kick yang diambil oleh Supardi.

Ini menunjukan bahwa walaupun secara permainan terbuka Firman Utina tidak memilik kontribusi yang signifikan, ia tetap berkontribusi melalui penyelesaian bola-bola matinya. Free-kick seorang Firman memang kerap memberikan ancaman yang berbahaya bagi pertahanan lawan.[lihat grafis bawah kanan]

Kesimpulan

Dominasi serangan Persib baik dari flank kanan maupun flank kiri selama putaran pertama Liga Super Indonesia memang tidak dapat dibantahkan. Namun, Persib sendiri cukup diuntungkan dengan kemampuan pemain sayapnya yang mumpuni. Akibatnya, counter lawan atas strategi penyerangan dari sayap Persib ini tidak efektif dan serangan Persib dari flank masih belum terbendung.

Trend Persib dalam menghadapi laga tandang pun tidak terlalu bagus. Dari total 8 pertandingan, Persib mengalami 2 kali kemenangan, 3 kali imbang dan 3 kali kalah.

Catatan lainnya adalah mengenai dua kemenangan Persib pada laga tandang ini. Keduanya diraih saat menghadapi tim yang kualitasnya relatif kurang baik jika dibandingkan dengan Persib.

Untuk itu pembinaan mental bertanding diluar kandang untuk pemain dirasa sangat lah perlu. Apalagi di putaran kedua nanti Persib akan menjalani partai tandang ke tim-tim yang kualitasnya sama baiknya dengan Persib, seperti Arema dan Persipura.

 

Oleh: Syahar Aliyasa akun twitter @Shralys

 

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*