Advertise in this space

Welcome Back Hilton Moreira

May 9, 2013

Menjelang bergulirnya kompetisi paruh kedua, manajemen kedua klub, Sriwijaya FC dan Persib menyetujui pertukaran pemain. Sriwijaya FC sepakat untuk melepas Hilton Moreira ke Persib dan ditukar dengan Herman Dzumafo. Kesepakatan yang terjadi antara kedua klub sendiri bersifat peminjaman.

Hilton Moreira bukanlah nama baru bagi bobotoh. Pemain ini sudah pernah merumput bersama Persib, selama 3 musim dari 2008 hingga 2011. Penampilannya juga tidak mengecewakan. Di musim pertamanya, pemain asal Brazil ini mencetak 15 gol dan menjadi top score Persib, mengalahkan Gonzalez. Sedangkan di musim kedua, atau tahun 2009 – 2010, dan masih berduet dengan Gonzalez, Hilton mencetak 10 gol.

Perekrutan Hilton kala itu juga tidak bisa lepas dari peran Jaya Hartono. Saat berpindah dari Deltras ke Persib Jaya Hartono memang membawa serta beberapa pemain Deltras, termasuk diantaranya Hilton Moreira dan Hariono.

Cedera Panjang Di akhir Musim

Mencetak hasil cemerlang di musim pertamanya, di akhir musim 2009 – 2010 pemain ini malah harus absen panjang karena cedera lutut parah.

Akibatnya, pada awal musim selanjutnya, Hilton masih belum juga mampu bermain akibat belum pulih dari cedera. Memang, 2010-2011 sendiri jadi musim yang kelam bagi Hilton. Bahkan cedera yang dialaminya juga nyaris mengancam karirnya sebagai pemain sepakbola profesional.

Baik Dzumafo maupun Hilton memang punya riwayat buruk mengenai cedera. Dzumafo sendiri memang bersifat injury phrone dan intensitas cederanya memang cukup tinggi. Diawal musim Dzumafo juga sempat tak bisa bermain dalam beberapa pertandingan akibat cederanya kambuh. Sementara Hilton adalah pemain dengan riwayat pernah mengalami cedera parah.

Kembali pasca cedera, performa Hilton sendiri menurun. Di akhir musim setelah sembuh, ia hanya mampu melesakan 3 gol. Ia pun Cuma bermain sebanyak 17 kali, dan hanya 10 diantaranya menjadi starter.

Akibat penurunan performa inilah manajemen Persib kemudian tidak memperpanjang kontraknya. Hilton sendiri kemudian pindah ke Sriwijaya FC dengan status free transfer.

Bangkit Kembali Di Sriwijaya FC

Setelah pindah ke Sriwijaya FC, Hilton mulai bangkit kembali. Di musim pertamnya, pemain ini mampu membawa Sriwijaya menjadi juara Liga Super Indonesia 2011 – 2012. Hilton juga mampu mencetak 18 gol, terpaut 4 gol dari top score Sriwijaya FC Kayamba Gumbs.

Keberhasilan Hilton untuk beradaptasi pasca trauma cedera panjang ini jadi faktor penting bagi kembalinya performa  di lapangan.

Penampilan bagusnya di Sriwijaya lalu membuat banyak klub berminat untuk meminangnya. Namun, dengan harga tinggi yang dipasang untuk Hilton kala itu, beberapa klub yang berminat pun kemudian mengurungkan niatnya.

Akibat penampilanya yang membawa Sriwijaya FC menjadi juara Liga Super, pihak manajemen akhirnya mengontrak kembali Hilton untuk musim 2012/2013 ini. Tentu dengan kesepakatan harga antar kedua pihak.

Selama setengah musim kompetisi ini, Hilton, yang berusia 32 tahun, telah bermain sebanyak 14 kali, dan telah mencetak 8 gol atau sekitar rataan 0,54 gol disetiap pertandingan.  Menurun jika dibandingkan musim sebelumnya, yaitu rataan 0,75 gol disetiap pertandingan.

Manajemen Sriwijaya FC sendiri yang sebenarnya mengatakan tertarik kepada Dzumafo diawal musim, namun kalah berebut dengan Persib. Namun di pertengahan musim ini keduanya akhirnya menjalin kesepakatan untuk melakukan pertukaran pemain.

Diliihat dari raihan golnya, baik Hilton maupun Dzumafo memang sedang tidak berada pada performa yang baik. Tapi, kedua jajaran manajemen menilai, pertukaran kedua pemain cocok dengan tipe permainan masing – masing klub saat ini.

Pemain Bengal dan Jago Provokasi

Akibat perangainya yang memang sering membuat ulah dilapangan, Hilton Moreira sempat dijuluki “si Bengal”. Tak cuma aksi bengalnya dilapangan, pemain ini juga terkenal jago dalam berakting dan melakukan provokasi lawan.

Aksinya yang terkenal adalah kasus pemukulan terhadap dirinya oleh pemain Persija, di salah satu hotel dikota Palembang. Bahkan, Bambang Pamungkas yang kala itu jadi kapten timnas, juga diduga terlibat dalam kasus ini.

Satu hal yang mesti diwaspadi adalah terkadang aksi bengal Hilton bisa jadi bumerang bagi dirinya sendiri dan tim. Pemain ini kerap mendapatkan kartu maupun peringatan oleh wasit.

Bahkan, berdasarkan data di musim pertamanya bersama Persib, Hilton sendiri jadi pemain dengan jumlah kartu kuning terbanyak. Total 9 kartu kuning yang ia terima di musim 2008/2009, mengungguli 2 bek Persib saat itu, Nova Arianto dan Nyeck Nyobe. Keduanya hanya menerima masing – masing 6 kartu kuning.

Raihan kartu terbanyak Hilton memang hanya terjadi dimusim pertamanya saja. Meski begitu, sikap tempramen dan bengalnya terkadang masih muncul. Baik saat ia bermain di Persib ataupun pindah ke Sriwijaya.

 

Berikut grafik performa Hilton dalam tabel

Musim

Bermain

Gol / Rataan

Kartu Kuning

Kartu Merah

Keterangan

2008 – 2009 (Persib)

29

15 / 0,52

9

-

-

2009 – 2010 (Persib)

21

10 / 0,47

2

1

Cedera akhir musim

2010 – 2011 (Persib)

17

3 / 0,18

2

1

Cedera awal musim

2011 – 2012 (Sriwijaya)

27

18 / 0,66

5

-

-

2012 – 2013 (Sriwijaya)

14

8 / 0,57

3

-

Setengah musim

 

Penempatan Posisi Hilton

Ada beberapa pilihan alternatif bagi posisi Hilton di Persib nanti. Jika mengacu pada pertukaranya dengan Dzumafo, maka Hilton sendiri mempunyai peluang lebih untuk menjadi starter. Ini dikarenakan striker Persib yang lain Airlangga maupun Kenji memang lebih banyak duduk di bangku cadangan.

Jika memang menjadi starter, opsi besar pemain ini ditempatkan sebagai targetman sama seperti Dzumafo. Opsi pertama adalah ia ditempatkan dalam formasi 4-4-2. Apalagi mengingat Persib musim ini memiliki performa lebih baik saat bermain dalam pola 4-4-2. Bahkan, kemenangan – kemenangan besar musim ini diraih saat menggunakan pola ini.

Opsi yang kedua adalah penempatanya dalam formasi 4-3-3. Pemain ini bisa menempati 2 posisi, yaitu sebagai targetman di depan, ataupun bermain melebar di kiri. Bila memang menggunakan formasi 4-3-3, ketika melebar pemain ini bisa dibilang lebih pas jika dibandingkan Dzumafo. Hilton sendiri lebih baik dalam dribbling dan pace, sementara Dzumafo lebih lambat.

Kemungkinan penempatan dan peran Hilton memang tergantung pada pelatih Janur. Peran dan posisinya bisa terlihat ketika latihan perdananya menjelang melawan Persela. Dari kabar terakhir, pemain ini juga sudah bisa bermain pada hari minggu nanti (12/5).

by : @mildandaru

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*