Advertise in this space

Post Match Arema 1 vs 0 Persib: “Kecolongan Akibat Perubahan Skema”

June 3, 2013

Persib gagal membawa poin dalam lawatanya ke kandang Arema, setelah kalah tipis 1-0 melalui gol Gonzales. Meski terus tertekan, namun pertahanan Persib termasuk kokoh dengan menahan imbang hingga menit – menit akhir pertandingan. Namun kelengahan Abanda dalam melakukan marking terhadap Gonzales, membuat Persib harus menyerah tipis 1-0 dan gagal merangsek ke 2 besar mendekati sang pemuncak Persipura.

Formasi 4-2-3-1 dan Persib Yang Bertahan

Meninggalkan winning formation 4-4-2 dan lebih memilih skema 4-2-3-1, tampaknya coach Janur ingin lebih menguasai lini tengah, dimana Arema hanya menempatkan 2 gelandang dalam skema 4-2-4. Persib menempatkan Asri Akbar yang berduet dengan Hariono pada doble pivot, sedangkan Hilton ditempatkan pada flank kiri sementara Ridwan dikanan, dan Van Dijk sendiri didepan. Untuk pertahanan back four masih seperti biasa, Supardi , Abanda, Nasser, dan Toni Sucipto berdiri sejajar didepan kiper I Made. Posisi playmaker sekaligus kapten dipercayakan kepada Firman Utina.

Menurunkan 4 striker sekaligus, Arema memang tampil menyerang. Hal inilah yang berusaha diredam Persib. Sunarto dan Gonzales berduet didepan, diapit oleh dua winger forward Kayamba dikiri dan Greg Nwokolo dikanan. Dua  gelandang yang dipasang oleh Rahmad Darmawan adalah Egi Melgiansyah dan Hendro. Kedua winger ini memang ditugaskan untuk merangsek masuk kedalam, dan bukan melakukan crossing. Untuk urusan memberikan suplai bola ke depan gawang, tugas ini diemban oleh wingback kanan maupun kiri yaitu Benny Wahyudi dan Hasim Kipuw. Meski begitu Kipuw yang lebih aktif melakukan crossing daripada Benny yang memang jarang melakukan overlap.

Sadar akan kekuatan Arema, Persib memang tampil lebih berhati – hati. Dua doble pivot, Hariono dan Asri nyaris tak pernah ada di area final third. Hanya ada 1 attempts off target yang dilakukan Asri dari luar kotak pinalti pada babak pertama. Keduanya memang ditugaskan untuk menahan aliran bola menuju kedua striker Arema. Akibatnya, Persib nyaris tak pernah membahayakan gawang Kurnia Meiga dibabak pertama, selain attempts Asri tadi, tidak ada lagi aksi serupa yang dilakukan pemain Persib. Sedangkan Arema sudah melakukan 4 kali attempts, dengan sekali on target.

Duel Ditengah dan Terputusnya Aliran Bola Kedua Tim

Arema mendominasi permainan dalam pertandingan kemarin, dengan jumlah ball possesion 60% – 40% untuk keunggulan tuan rumah. Hal ini tak lepas dari doble pivot Persib yang terpaksa harus tertahan di area pertahanan sendiri. Kedua pemain, Hariono dan Asri Akbar tidak bisa leluasa untuk ikut maju dalam membangun serangan karena harus terus menjaga aliran bola yang mengalir ke kedua striker Arema. Sangat wajar memang, dengan 4 striker didepan otomatis serangan balik cepat Arema akan sangat berbahaya.

Dengan bertahanya Asri dan Hariono di area pertahanan Persib, maka tidak ada aliran bola yang berhasil sampai ke Gonzales maupun Sunarto. Aliran bola permainan Arema, memang dipaksa untuk mengalir melebar dengan adanya Asri dan Hariono. Kedua winger Arema Kayamba dan Greg juga tidak bisa melakukan crossing karena sejatinya, kedua pemain ini bukanlah pemain sayap murni. Kayamba yang lamban, juga tidak mampu masuk ke dalam kotak pinalti Persib. Sedangkan Greg mampu diredam dengan apik oleh Toni Sucipto.

Ketika menyerang Persib juga mengalami kesulitan akibat situasi ini, ketika bola ada di penguasaan backfour Persib. Secara cerdik kedua striker Arema akan berada diantara backfour dan doble pivot mengakibatkan bek Persib panik dan lebih memilih melakukan clearance daripada mencari celah untuk membangun serangan. Egi Melgiansyah akan menunggu bola hasil clearance ditengah untuk kemudian membangun serangan kembali. Sementara Van Dijk yang sendirian dikawal ketat oleh Victor Igboneffo, meski sering kalah dalam aerial duel jika bola dikaki Van Dijk pun tidak ada support dari pemain lain karena gelandang Persib lebih memilih bertahan. Kedua flank Persib, terutama Hilton dikiri juga tak mampu lepas dari kawalan Kipuw yang berada di wing back kanan Arema.

 

Persib dan Arema Menyerang Melalui Flank Kanan

Kedua tim mempunyai kekuatan yang memang sama, yaitu dominan serangan melalui kanan. Hal ini tak lepas dari peran kedua wing back kanan masing – masing tim. Supardi di Persib, dan Hasyim Kipuw di Arema. Kekuatan ini terlihat dipertandingan kemarin, dimana dominasi serangan yang terjadi memang lebih banyak melalui kanan.

Di Arema, Hasyim Kipuw dengan leluasa melakukan overlap dan naik membantu Greg Nwokolou di depan. Bahkan Kipuw mampu melepaskan 11 kali crossing sepanjang pertandingan. Akibatnya Toni Sucipto nyaris tidak pernah berada di area final third, dan hanya maju maksimal hingga garis tengah lapangan. Hal ini berakibat pada kurangnya bantuan kepada Hilton Moreira yang bekerja sendirian dikiri. Itulah sebabnya tidak ada serangan berarti di area kiri Persib. Dalam duel dribble 1 on 1 Hilton juga kalah dari Kipuw, tercatat dibabak pertama saja 4 kali duel terjadi dan semuanya dimenangkan oleh Kipuw.

Hal yang sama terjadi pada Persib, agresivitas dan padunya Supardi dan Ridwan dikanan. Sudah diantisipasi dengan disiplinya permainan Benny Wahyudi. Benny juga jarang naik ke depan, meski sesekali masih aktif membantu serangan, sedikit berbeda dengan Toni Sucipto yang hanya sampai ditengah. Kayamba yang berada diposisi flank kiri, juga tidak mendapat banyak support hal inilah yang menyebabkan sayap kiri Arema tidak seaktif sayap kananya.

Keadaan ini juga dipengaruhi oleh area permainan Firman Utina, yang lebih sering berada dikanan berkolaborasi dengan Ridwan terutama dibabak pertama. Sebagai seorang playmaker, Firman memang tidak bisa melakukan penyeimbangan dalam variasi arah serangan dan cenderung menuju kanan. Padahal dengan  seringnya Kipuw melakukan overlap meninggalkan Hilton, serangan balik yang seharusnya dibangun selalu hanya fokus menuju Ridwan.

Perubahan Skema Yang Mengubah Hasil Akhir

Merasa tidak mampu membobol Persib, Rahmad Darmawan mencoba memasukan Beto menggantikan Sunarto. Kebiasaan yang sering dilakukan Arema ketika kesulitan membuat gol dilaga kandang, dan memang strategi ini cukup berhasil dengan torehan statistik Arema dimana 27% gol terjadi di 15 menit akhir pertandingan.

Dengan masuknya Beto dimenit 56, serangan Arema semakin gencar dilakukan. Terlalu asyik menyerang, Arema sempat kecolongan melalui serangan balik yang dilakukan Persib. Kipuw yang telat turun, membuat sisi kanan Arema menjadi lowong namun sayang Van Dijk yang berhadapan dengan Kurnia Meiga tendanganya masih mampu ditebak oleh kiper timnas Indonesia ini. Peristiwa inilah yang membuat Janur lupa diri dan justru merubah skema permainan.

Janur mendorong Hilton kedepan, dan bermain dengan pola 4-4-2 di 15 menit terakhir pertandingan. Benteng doble pivot Hariono dan Asri otomatis terbuka, yang berada ditengah adalah Firman dan Hariono. Asri Akbar justru beroperasi dikiri, membantu meredam Kipuw dan striker Arema lain yang bergantian terus berputar ke kanan – kiri maupun tengah. Supardi yang bermain apik juga digantikan dengan tenaga baru Jajang Sukmara.

Namun justru dari sinilah awal gol Gonzales terjadi. Pergerakan Beto melewati Jajang akhirnya mampu melepaskan trough pass ke arah Gonzales dan berhasil lepas dari kawalan Abanda. Pergantian Asri Akbar ke Airlangga juga tak mampu membantu banyak, keadaan ini diperparah dengan kartu merah yang diterima kapten Firman Utina di injury time.

Kesimpulan

Meski tidak menghasilkan poin, namun perubahan strategi dari 4-4-2 ke 4-2-3-1 Persib sudah mulai menemukan pola. Sejatinya formasi ini juga yang berhasil membuat Persipura unggul 2 gol tanpa balas dikandang Arema. Secara pertahanan, taktik yang ada memang mampu menahan serangan kuarter striker Arema, namun masih lemah dalam skema penyerangan. Namun perubahan formasi kembali ke 4-4-2 justru berakibat buruk pada hasil pertandingan.

Kekalahan ini juga menggagalkan harapan Persib untuk menguntit Persipura yang berada dipuncak klasmen. Namun paling tidak, Persib mempunyai alternatif skema baru, dan tidak lagi bergantung pada skema 4-4-2.

 

akun twitter penulis : @mildandaru

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*