Advertise in this space

Artikel

​Persib Bukanlah Ormas Apalagi Geng Motor

June 7, 2017

Pernyataan manajer Umuh Muchtar tentang “bobotoh banci” dan “bobotoh sejati” ini pantas untuk ditanggapi.  Pertama, langsung maupun tidak langsung, sadar atau tidak sadar, Umuh Muchtar telah melakukan pembelahan bobotoh. Penggunaan istilah “bobotoh banci” dan “bobotoh sejati”, apalagi tanpa penjelasan yang jernih apa maksudnya, sehingga hanya ia yang tahu siapa yang “banci” dan siapa yang “sejati”, itu sama saja mengatakan bahwa dia yang bisa/berhak menilai mana yang “banci” dan mana yang “sejati“. Kedua, yang juga tidak tepat adalah mengatakan bahwa bobotoh yang mengkritik Umuh, Djanur atau manajemen Persib sebagai “tidak sejati”, sedangkan bobotoh yang mendukung adalah “bobotoh sejati”. Pernyataan ini sulit diterima karena menjadi bobotoh itu tidak membutuhkan KTP, juga tidak perlu verifikasi, dan yang sudah jelas juga tidak diukur...

Read more »

Mengurai Kejanggalan Permainan Persib Pada Final Piala Bhayangkara

April 7, 2016

Sepakbola memang bukan lagi sekadar sepakbola. Setiap kemenangan, kekalahan, ataupun laga imbang sekalipun bisa dijelaskan secara rinci sebab-musababnya. Keberuntungan pun relevan, kalau kata Johan Cruyff. Adalah bodoh jika kita mengesampingkan fakta di lapangan dan statistik yang dibaca beserta konteks. Seperti salah satu media statistik sepakbola Indonesia, yang dengan konyol, mendaulat Kim Jeffrey sebagai pemain terbaik di laga melawan Bali United berdasarkan angka saja. Ketika membaca judul ini, apa yang ada di benak Bobotoh? Apakah saya akan menyalahkan skill pemain, ataupun kebijakan strategi dari pelatih? Bukan. Bahkan yang saya akan bahas kali ini adalah bagian dari non-teknis permainan. Bukan skill pemain ataupun kualitas taktik yang dipakai oleh pelatih. Pelatih adalah peracik skema permainan dan pengatur strategi di lapangan. Seorang pemikir...

Read more »

Budaya Yang Tumbuh Dari Tribun

April 12, 2014

Sepakbola tak hanya hidup 90 menit saja, tetapi dia bisa merasuki kehidupan penggemarnya diluar waktu tersebut. Selalu ada bahasan setelah dan sebelum pertandingan. Dalam seminggu, beberapa media cetak dan elektronik dapat menyajikan artikel-artikel dan berita seputar sepakbola mulai dari pertandingan hingga kejadian diluar pertandingan yang masih bersangkut-paut dengan sepakbola. Obrolan di bar-bar yang menyediakan minuman keras hingga warung kopi pinggir jalan terjadi dari beberapa pengunjung yang menyukai sepakbola. Lebih dari itu, sepakbola menjadi parts of life bagi orang-orang yang sangat mencintainya. Olah raga yang secara modern lahir di Inggris tersebut menjadi populer dan telah membudaya, diwariskan dari generasi ke generasi, bahkan budaya-budaya atau kultur baru yang berkaitan dengannya pun bermunculan. Mulai dari atas lapangan hingga di tribun penonton. Kebiasaan...

Read more »

30 Juli 1995 – 30 Juli 2013 : Fase Suram yang Ketiga

July 30, 2013

“Takdir memang kejam..Pedih nian kenyataan..Pedih yang ku genggam..Harapan yang jadi aral, “ sebuah lirik mendayu-dayu yang dinyanyikan Dessy Ratnasari di pertengahan dekade 90an yang sempat masuk top chart MTV serta diprotes MUl. Saya sengaja memulai artikel ini dengan lirik itu.  Sebuah lirik yang pantas ditujukan kepada Persib Bandung, yang tepat pada hari ini; 30 Juli 2013 merayakan hari ulang tahunnya yang 18 tahun tanpa gelar. Ya betul, tepat 18 tahun lalu, Persib menjadi juara Liga Indonesia I yang prestasinya tak pernah diulangi sampai saat ini dan entah sampai kapan.

Read more »

Dinamika Politisasi Persib dari masa ke masa (Bagian 1)

June 13, 2013

Sepakbola dan Politik di Indonesia pada khakikatnya adalah sebuah simbiosis mutualisme yang saling berkaitan dan menguntungkan satu sama lainnya. Terlebih di era kebablasan Demokrasi saat ini. sepakbola adalah salah satu alat efektif dari sekian banyak alat untuk mengumpulkan massa. Dalam sejarahnya pun di awal abad 20, di Sumatera Utara pernah ada suatu klub lokal yang menawarkan dirinya kepada politikus Belanda untuk menjadikan klub tersebut sebagai ajang kampanye. hal ini membuktikan bahwa memang politisasi sepakbola adalah sesuatu hal yang lumrah di negeri ini, yang tentunya diturunkan dari generasi ke generasi. Disisi lain, pengelolaan sepakbola kita yang masih amatir mau tak mau harus membuat sepakbola tak bisa lepas dari keberadaan politisi yang mempunyai gold and power. Untuk mendapatkan dana segar APBD...

Read more »

Post Match Persib – Persepam: “Transisi Formasi dan Padunya Hilton-Ridwan-Supardi”

May 21, 2013
Post Match Persib – Persepam: “Transisi Formasi dan Padunya Hilton-Ridwan-Supardi”

Persib Bandung kembali meraih kemenangan pada laga kedua di kandang kala menjamu Persepam Madura United. Laga yang banyak memunculkan hal-hal yang menarik apabila dibahas secara taktikal ini berakhir dengan skor 2-1. Bagaimana Persib Bandung meraih kemenangan pada laga ini, dan bagaimana perlawanan Persepam Madura United dalam membalas strategi Persib? Berikut adalah ulasannya. Persib tampil dengan formasi 4-4-2 di awal pertandingan. Hilton sendiri tampil sebagai starter untuk pertama kalinya, setelah pada putaran pertama kemarin ia memperkuat Sriwijaya FC. Aang Suparman masuk dalam susunan starting line-up menggantikan Abanda yang harus absen karena akumulasi kartu kuning. Dikubu Persepam, 4 pemain asing yang baru didatangkan pada putaran dua Liga Super Indonesia yaitu Amadou Konte, Emile Linkers, Elliot Gomes dan Aboubakar Sillah tampil dari...

Read more »

My Pride is Mengbal

April 30, 2013
My Pride is Mengbal

Sepakbola di zaman ini sudah berkembang pesat menjadi era sepakbola industri, era dimana kapitalisasi industri masuk ke area sepakbola . Bagaimana sebuah tim bisa dibangun dengan kekuatan uang dan menjadi juara dalam jangka waktu yang sangat pendek. Hasil dan raihan gelar adalah target utama. Mendatangkan pemain – pemain bintang kelas satu dengan gaji tinggi merupakan langkah sukses untuk meraih juara dengan sesegera mungkin dan mendapatkan ‘moneyback’ dari pendapatan sponsor, tiket, hak siar televisi, serta uang-uang lainnya yang akan masuk sebanding dengan prestasi yang didapat. Itulah gambaran sepakbola modern yang kita temui sekarang ini, tim-tim besar akan menjadi semakin besar saja, tim-tim kecil akan mencoba untuk bertahan sekuat tenaga untuk tetap bisa mempertahankan eksistensinya di era ini. Tak terkecuali supporter,...

Read more »

Himendra Wargahadibrata : Playmaker dan Profesor Persib

March 26, 2013

Waktu menunjukan pukul 17.30, matahari sudah tergelincir ke arah barat, hari mulai gelap. Deretan pasien yang duduk berjejer di bangku kayu mulai menunjukan rasa kegelisahan, takut akan kedatangannya ke sebuah klinik kecil yang berlokasi di Jalan Buah Batu itu tak akan membuahkan hasil. Hal tersebut wajar saja karena klinik yang dimiliki dokter muda ini lebih sering tutup daripada buka karena kesibukan lain sang dokter yang merupakan olahragawan. Beberapa menit berselang, sang dokter yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga, suara decitan rem sepeda menjadi pertanda kedatangan sang dokter. Terlihat dari jauh, tubuh tinggi dan tegap sang dokter dibalut pakaian yang kotor, noda-noda tanah jelas menempel banyak di kaos ketatnya. Yang terlihat unik adalah sepasang sepatu bola kotor yang menggantung di stang...

Read more »

Persib vs Persija = Rival Abadi, Lelucon macam apa ini? (Bagian 2)

March 2, 2013

Tulisan ini didekasikan kepada Alm. Rangga Cipta Nugraha salah seorang korban yang menambah deretan ribuan orang yang pernah meregang nyawa akibat sepakbola di Indonesia. Kata “Rival” merupakan kata serapan dari bahasa inggris, dalam kamus Oxford dijelaskan rival is Having the same pretensions or claims; standing in competition for superiority; as, rival lovers; rival claims or pretensions. Dalam konteks bahasa yang lebih ringan rival berati saingan dan lawan. Namun jika rivalitas Persib-Persija dibumbui kata “Abadi” makan sisi kekonyolan lah yang akan didapat. Kendati persaingan Persib dan Persija dalam sejarahnya tidak panas-panas amat, namun bolehlah kata rival disandingkan untuk menggambarkan hubungan antara Persib dan Persija, sama seperti Persib dan PSM Makassar, atau Persib dan PSMS Medan, atau juga Persib dan Persebaya...

Read more »

Persib vs Persija = Rival Abadi, Lelucon macam apa ini? (Bagian 1)

March 1, 2013

Tulisan ini didekasikan kepada Alm. Rangga Cipta Nugraha salah seorang korban yang menambah deretan ribuan orang yang pernah meregang nyawa akibat sepakbola di Indonesia. Banyak “media massa” atau “bobotoh” selalu memandang pertandingan Persib Bandung versus Persija Jakarta adalah pertandingan panas yang mempertemukan kedua rival abadi. Namun apakah betul demikian Persib versus Persija adalah rival abadi? bagi saya hal itu adalah sebuah lelucon belaka. Lelucon yang didasari oleh kebodohan semata, kebodohan untuk enggan membuka kembali lembaran sejarah antara dua klub pendiri PSSI tersebut. Saya hanya bisa terkekeh-kekeh melihat beberapa rekan-rekan wartawan yang menggiring opini seolah menyamakan pertandingan Persib dan Persija sama dengan derby-derby panas lainnya di belahan bumi lain, misalkan seperti Derby Classico di Spanyol antara Real Madrid dan Barcelona....

Read more »