Advertise in this space

Artikel

Max Timisela : Meninggalkan Mantan Yang Masih Belia di Bremen

February 13, 2013

Perbincangan hangat media lokal Kota Bremen tentang dua pesepakbola asal Indonesia yang kemampuannya mirip dengan permainan “Pele” pasca pertandingan persahabatan Werder Bremen kontra Indonesia di Weserstadion ternyata tak mampu merubah sikap kekanak-kanakan dua pemuda “udik” tersebut. Di pagi yang dingin dengan cuaca mencapai 16 derajat celcius, hembusan angin musim dingin yang menusuk tulang tak mampu mencegah tindakan konyol yang dilakukan dua pemain belia dengan nama Max Timisela dan Soetjipto Soentoro ini. Di sela-sela sebelum melakukan aktifitas latihan pagi dan sore hari disaat para pesepakbola lain mempersiapkan alat-alat latihan, Max dan Soetjipto malah sering keluar dari kamar, berdiri di balkon kamar tempat mereka menginap, sembari menghadap ke arah jalan yang diapit oleh taman kota yang menjadi jalur ramai pusat hilir...

Read more »

11 Pemain Asing Terbaik Persib

January 27, 2013

Era Liga Indonesia sejak musim pertamanya di tahun 1994/1995 membuka lebar – lebar keran bagi pemain asing untuk bermain di Indonesia. Tujuannya untuk mentransformasi ilmu dan kemampuan para pemain asing (yang dirasa) lebih baik dari pemain lokal. Efek dari program ini adalah agar terjadi percepatan terhadap upgrade skill para pemain Indonesia nantinya. Hampir semua tim melakukan opsi mengontrak para pemain asing. Beberapa sukses, walaupun banyak juga yang harus gigit jari karena kemampuan pemain asing ternyata tidak lebih baik dari pemain lokal. Generasi pemain asing pertama yang singgah di era Liga Indonesia adalah generasinya Jacksen F Tiago, Carlos de Mello, Darryl Sinerine, Luciano Leandro, Dejan Gluscevic, Olinga Atangana, Antonic Dejan, Maboang Kessack Dan Lain-lain. Kedatangan mereka menjadi tonggak awal era...

Read more »

Bobotoh dan “Etik Persib”

December 2, 2012

Sebagai sebuah konsep identitas, “bobotoh” bukanlah konsep yang mati, melainkan terus berevolusi, “unfinished things”, hal ihwal yang belum selesai – apalagi jika kita berbicara tentang bentuk ekspresi dukungan. Siapa yang bisa menolak hal itu? Jika kita baca artikel-artikel tentang Persib dan bobotoh di zaman dulu, seperti yang ditulis Bapak Usep Romli dan Ibu Ami Raksanagara yang sudah dikutip di artikel sebelumnya, terlihat jelas bagaimana ekspresi ke-bobotoh-an itu terus berubah dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Jika dulu tidak ada kekhususan atribut, sekarang atribut bobotoh makin beragam. Jika dulu ekspresi di stadion cukup dengan melambaikan kertas koran dan saputangan, sekarang sudah diperkaya dengan bendera dan banner raksasa sampai api-suar yang...

Read more »

6 Alasan Nama “Gelora Rosada” Harus Ditolak!

October 15, 2012
6 Alasan Nama “Gelora Rosada” Harus Ditolak!

Apa jadinya jika nama seorang pejabat publik dijadikan nama sebuah tempat/kawasan/bangunan hanya karena dia dianggap memelopori atau mengusulkan pembangunannya? Jika itu benar-benar terjadi, kemungkinannya adalah: sebuah kota akan seperti tak ubahnya halaman Yellow Pages. Hanya karena ada pejabat bernama Bapak Koplokensis mengusulkan pembangunan septic-tank komunal di Dago, masak iya septic tank komunal itu mesti dinamai Septic Tank Koplokensis? Hanya karena ada pejabat bernama Bapak Bedegongensis mengusulkan Stadion Olahraga Gaple (SDG), masak iya mesti dinamai SDG Bedegongensis? Hanya karena ada pejabat bernama Bapak Ontohodnensis memelopori pembangunan Saluran Got Terpadu (SGT) di Cijerah, masak iya harus dinamai SGT Ontohodnensi? Hanya karena ada pejabat bernama Bapak Gombrangensis mengusulkan pembangunan Panti Pijat Gratis untuk para kuli se-Bandung Raya, masak iya harus dinamai PP...

Read more »

Generasi Juara Rasa Polandia

September 19, 2012

Performa Persib yang sangat buruk dalam lanjutan Indonesia Super League bukan hanya mencuatkan kritikan ke arah manajemen, tapi terutama pada mekanisme dan sistem rekrutmen pemain. Makin kencang seruan agar Persib tidak ikut-ikutan pola instan dalam rekrutmen pemain dan beralih pada pembinaan pemain muda dengan mengandalkan mekanisme pembinaan internal. Tekanan dari 36 klub-klub di wilayah kota Bandung terkait posisi mereka dalam struktur manejemen PT Persib Bandung Bermartabat mesti dibaca tidak semata sebagai upaya mendapatkan jatah saham, tetapi bisa juga dimengerti sebagai cermin yang bisa mencerminkan bagaimana Persib tak cukup percaya pada mekanisme pembinaan sendiri. Dulu, hampir semua pemain Persib, lahir dari klub-klub yang bertanding dalam kompetisi internal Persib.

Read more »

Bobotoh: Sebuah Nama, Sebuah Konsep

September 11, 2012
Bobotoh: Sebuah Nama, Sebuah Konsep

Di bangku cadangan, Robbie Gaspar mencoba memejamkan mata. Di sekelilingnya, pada bangku-bangku stadion Siliwangi, tidak ada ribuan bobotoh. Laga Persib vs Persipura memang digelar tanpa penonton. Gaspar sengaja memejamkan mata untuk menghayati suara bobotoh bernyanyi, menyalakan mercon dan kembang api sepanjang pertandingan di sekeliling Stadion Siliwangi. “One of the most surreal experiences i have experienced: No fans in the stadium but we can hear you,” kata Gaspar, gelandang berpaspor Australia yang musim ini memperkuat Persib. Kendati laga Persib vs Persipura digelar tanpa penonton, toh bobotoh tetap berdatangan. Satu jam sebelum pertandingan, seribuan bobotoh konvoi jalan kaki keliling Siliwangi sembari. Saya berjumpa dengan 12 orang bobotoh yang berangkat dari Jogjakarta pada malam sebelum pertandingan.

Read more »

Tim Terbaik PERSIB Sepanjang Masa

August 4, 2012
Tim Terbaik PERSIB Sepanjang Masa

Persib besar karena sejarah, tim yang mempunyai perjalanan sangat panjang dan mampu berdiri hingga saat ini. Demikian juga dengan para pemainnya. Akan selalu banyak kisah dan cerita yang pernah terjadi dari para pemain selama membela Persib Bandung. Dan berikut adalah tim Persib terbaik sepanjang masa. Sangat sulit untuk menentukan siapa yang pantas menjadi penghuni starting XI di skuad Persib sepanjang masa. Jika pilihannya adalah 100 pemain Persib sepanjang masa, mungkin kasusnya tidak akan menjadi sesulit ini, karena memang sangat banyak pemain bagus Persib yang sedang atau pernah membela Persib dengan kemampuan dan latar belakang kisah serta prestasi yang berbeda-beda yang layak masuk di kategori ini. Tetapi pada akhirnya pilihan tetap harus dijatuhkan. Maka inilah sebelas pemain sepanjang masa Persib...

Read more »

7 Alasan Kenapa Pak Umuh Layak Jadi Pelatih Persib

March 29, 2012

Setelah Drago Mamic secara resmi mengajukan surat pengunduran diri sebagai pelatih Persib, secara de facto kursi pelatih Persib pun kosong. Agenda paling mendesak berikutnya bagi manajemen Persib adalah mencari suksesor Drago Mamic. Apa pun dan siapa pun yang terpilih, pelatih baru akan menghadapi banyak pekerjaan rumah. Dari mulai melakukan seleksi dan rekrutmen pemain baru, sinkronisasi pelatih dengan manajemen yang selama ini panas-dingin, memulihkan kepercayaan diri pemain dan yang tidak kalah penting harus bisa memberikan prestasi yang lebih baik dari Drago Mamic. Menilik beban berat yang dipikul oleh pelatih baru itu, maka menurut hemat kami tidak ada kandidat yang lebih baik selain Bapak Haji Umuh Muchtar. Bersama Haji Dedi Firmansyah, Bapak Haji Umuh Muchtar kami yakini akan mampu mengembang tugas...

Read more »

Pasca Yusuf Bachtiar

December 22, 2011
Pasca Yusuf Bachtiar

Oleh Mang Lempar Isu Dalam posisi sulit, Sutiono masih bisa mengirim umpan pada Yusuf Bachtiar dengan sundulan. Bola melayang tepat di atas garis kotak penalti Petrokimia. Sebelum bola menyentuh tanah, Yusuf Bachtiar yang melakukan ancang-ancang seperti hendak melakukan tendangan voli malah hanya menyodorkan bola dengan pelan ke arah Sutiono. Kapten Petrokimia, Sasi Kirono, dengan susah payah mencoba menghadang laju Sutiono. Gagal! Dengan kaki kirinya, Sutiono menyontek bola dan gol! Itu adalah momen puncak Persib Bandung di musim pertama Liga Indonesia 1994/1995. Kemenangan 1-0 atas Petrokimia menjadikan Persib sebagai kampiun pertama era Liga Indonesia yang mempersatukan kompetisi Perserikatan dan Galatama. Sebuah prestasi emas yang sampai sekarang seperti sangat sukar diulang oleh generasi terbaru Persib Bandung. Itu juga barangkali momen puncak...

Read more »

Persib & Mitologi 3-5-2

November 14, 2011
Persib & Mitologi 3-5-2

Simaklah 2 pernyataan Sukowiyono  setelah pertandingan Persib kontra Semen Padang beberapa waktu yang lalu: “Kalau menurut saya formasi 4-2-3-1 lebih cocok diterapkan di laga tandang. Untuk di kandang, sebaiknya pakai pola lebih menyerang, seperti 4-4-2 atau 4-3-3,” “Pelatih harus mengantisipasi ketika Persib bermain tandang, karena tim lawan pasti akan memfokuskan menyerang. Dengan formasi 4-2-3-1 yang mengandalkan satu striker sangat cocok diterapkan di partai away, karena Persib pasti bakal lebih banyak digempur lawan,” Jika ditambah tulisan di media tersebut yang menyatakan “Kultur sepak bola di Indonesia terbilang berbeda dengan negara-negara lainnya. Tim yang bermain di kandang biasanya akan bermain lebih menyerang dibanding tim tamu” menjadi hal menarik jika harus ada kata “kultur” yang harus diikutkan. Dalam sepakbola, taktik adalah sebuah...

Read more »