Advertise in this space

Klasika

Himendra Wargahadibrata : Playmaker dan Profesor Persib

March 26, 2013

Waktu menunjukan pukul 17.30, matahari sudah tergelincir ke arah barat, hari mulai gelap. Deretan pasien yang duduk berjejer di bangku kayu mulai menunjukan rasa kegelisahan, takut akan kedatangannya ke sebuah klinik kecil yang berlokasi di Jalan Buah Batu itu tak akan membuahkan hasil. Hal tersebut wajar saja karena klinik yang dimiliki dokter muda ini lebih sering tutup daripada buka karena kesibukan lain sang dokter yang merupakan olahragawan. Beberapa menit berselang, sang dokter yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga, suara decitan rem sepeda menjadi pertanda kedatangan sang dokter. Terlihat dari jauh, tubuh tinggi dan tegap sang dokter dibalut pakaian yang kotor, noda-noda tanah jelas menempel banyak di kaos ketatnya. Yang terlihat unik adalah sepasang sepatu bola kotor yang menggantung di stang...

Read more »

Persib vs Persija = Rival Abadi, Lelucon macam apa ini? (Bagian 2)

March 2, 2013

Tulisan ini didekasikan kepada Alm. Rangga Cipta Nugraha salah seorang korban yang menambah deretan ribuan orang yang pernah meregang nyawa akibat sepakbola di Indonesia. Kata “Rival” merupakan kata serapan dari bahasa inggris, dalam kamus Oxford dijelaskan rival is Having the same pretensions or claims; standing in competition for superiority; as, rival lovers; rival claims or pretensions. Dalam konteks bahasa yang lebih ringan rival berati saingan dan lawan. Namun jika rivalitas Persib-Persija dibumbui kata “Abadi” makan sisi kekonyolan lah yang akan didapat. Kendati persaingan Persib dan Persija dalam sejarahnya tidak panas-panas amat, namun bolehlah kata rival disandingkan untuk menggambarkan hubungan antara Persib dan Persija, sama seperti Persib dan PSM Makassar, atau Persib dan PSMS Medan, atau juga Persib dan Persebaya...

Read more »

Persib vs Persija = Rival Abadi, Lelucon macam apa ini? (Bagian 1)

March 1, 2013

Tulisan ini didekasikan kepada Alm. Rangga Cipta Nugraha salah seorang korban yang menambah deretan ribuan orang yang pernah meregang nyawa akibat sepakbola di Indonesia. Banyak “media massa” atau “bobotoh” selalu memandang pertandingan Persib Bandung versus Persija Jakarta adalah pertandingan panas yang mempertemukan kedua rival abadi. Namun apakah betul demikian Persib versus Persija adalah rival abadi? bagi saya hal itu adalah sebuah lelucon belaka. Lelucon yang didasari oleh kebodohan semata, kebodohan untuk enggan membuka kembali lembaran sejarah antara dua klub pendiri PSSI tersebut. Saya hanya bisa terkekeh-kekeh melihat beberapa rekan-rekan wartawan yang menggiring opini seolah menyamakan pertandingan Persib dan Persija sama dengan derby-derby panas lainnya di belahan bumi lain, misalkan seperti Derby Classico di Spanyol antara Real Madrid dan Barcelona....

Read more »

Max Timisela : Meninggalkan Mantan Yang Masih Belia di Bremen

February 13, 2013

Perbincangan hangat media lokal Kota Bremen tentang dua pesepakbola asal Indonesia yang kemampuannya mirip dengan permainan “Pele” pasca pertandingan persahabatan Werder Bremen kontra Indonesia di Weserstadion ternyata tak mampu merubah sikap kekanak-kanakan dua pemuda “udik” tersebut. Di pagi yang dingin dengan cuaca mencapai 16 derajat celcius, hembusan angin musim dingin yang menusuk tulang tak mampu mencegah tindakan konyol yang dilakukan dua pemain belia dengan nama Max Timisela dan Soetjipto Soentoro ini. Di sela-sela sebelum melakukan aktifitas latihan pagi dan sore hari disaat para pesepakbola lain mempersiapkan alat-alat latihan, Max dan Soetjipto malah sering keluar dari kamar, berdiri di balkon kamar tempat mereka menginap, sembari menghadap ke arah jalan yang diapit oleh taman kota yang menjadi jalur ramai pusat hilir...

Read more »

WINDONWEDSTRIJDEN 1937 : Tim Ajaib mengamuk di Solo

February 11, 2013

Warga solo masih tak percaya Ahad, 17 Mei 1937. Masyarakat Kota Solo dan sekitarnya digemparkan dengan suatu “insiden” yang menjadi pembicaraan semua kalangan, tak tanggung-tanggung hal ini menjadi buah bibir ke semua pelosok daerah di Jawa Tengah, termasuk melebar hingga ke wilayah Madiun dan sekitarnya. R. Ading Afandi menceritakan kondisi yang terjadi berdasarkan penuturan wartawan Sipatahoenan bernama Kurdi, ditambah data-data dari tahun 1937 melalui majalah Olah Raga milik Otto Iskandardinata yang berhasil penulis telusuri. Suasana hening terasa di semua penjuru Lapangan Sriwedari Kota Solo usai babak final kompetisi PSSI yang mempertemukan tuan tumah Persis Solo menjamu Persib Bandung. Dalam keheningan itu terkadang kata umpatan menyebalkan yang terdengar tetapi menyejukan bagi skuad Persib. “Edan, edan, edan!” ujar Mas Kunto, seorang...

Read more »

Perserikatan 1986: Nista, Maja Utama

February 3, 2013

Dalam kurun waktu 5 tahun, terhitung 1978-1983, kancah sepakbola nasional seolah kehilangan aura persaingan yang ketat  dengan absennya tim kebangaan warga Jawa Barat yaitu Persib Bandung.  Selama periode itu, Persib memang terdegradasi dari Divisi Utama pada tahun 1978, dan baru bisa kembali promosi tahun 1983. Pada musim pertamanya di Divisi Utama, Persib langsung bangkit.  Tim yang waktu itu diasuh oleh mantan pemain Persib era 60an, Omo Suratmo, ini berhasil menjadi tim debutan yang langsung lolos ke grandfinal menantang PSMS Medan di Stadion Utama, Senayan, Jakarta. Sayang, Persib kalah 2-3 melalui drama adu pinalti.  Kendati tanpa gelar, Persib di anugerahi Tim terbaik, dan Adjat Sudrajat menjadi pemain terbaik sekaligus top skor kompetisi dengan 8 gol. Menjelang Divisi utama Persyerikatan tahun 1985, pergantian pelatih kepala...

Read more »

Kejuaraan Nasional PSSI 1961: Mengalahkan Persija, Menggondol Juara

January 24, 2013
Kejuaraan Nasional PSSI 1961: Mengalahkan Persija, Menggondol Juara

Tomasowa, pelatih Persib Bandung berdarah Ambon, amat tegang berdiri di tepi lapangan Stadion Diponegoro, Semarang. Anak asuhnya terlihat berada dalam tekanan bertubi-tubi Persija Jakarta. Padahal, saat itu, Persib tidak punya pilihan selain menang. Hanya kemenangan yang bisa mengantarkan Persib menjuarai Kejurnas PSSI 1961. Sehari sebelumnya, PSM Makasar sukses mengalahkan PSMS Medan dengan skor 3-2. Kemenangan itu membuat PSM mengambilallih puncak klasemen dengan nilai 10. Sementara Persib saat itu baru mendapatkan poin 9, disusul Persija dengan 8 poin. Sementara jika Persija yang memenangkan pertandingan, maka Persija yang akan juara karena selisih golnya lebih baik dari PSM. Situasi inilah yang membuat Tomasowa gelisah dan tegang di pinggir lapangan menyaksikan anak asuhnya digempur Persija. Suasana cerah di Minggu sore 1 Juli 1961...

Read more »

1999/2000: Derby Bandung Berakhir Rusuh

October 2, 2012

Musim 1999/2000 menyimpan catatan menarik bagi Persib Bandung. Di musim itulah, berlangsung laga derby antara Persib vs Persikab yang berlangsung panas dan berakhir dengan kericuhan penonton. Lazimnya derby tim sekota, pertandingan memang biasanya berlangsung panas. Akan tetapi, laga Persib vs Persikab biasanya berlangsung relatif biasa saja. Biar bagaimana pun, kecuali saat munculnya Mastrans Bandung Raya, Jawa Barat adalah Persib, sehingga laga Persib vs Persikab pun relatif berlangsung “sepihak”. Salah satu perkecualian terjadi pada musim 1999/2000. Laga itu menjadi naik tensinya setelah beberapa nama besar yang selama ini identik dengan Persib malah hijrah ke Persikab. Tak tanggung-tanggung, el-capitano Robby Darwis memimpin eksodus pemain Persib ke Persikab. Langkah Robby itu diikuti stopper jangkung Yadi Mulyadi, Asep Dayat dan kiper senior Gatot...

Read more »