Advertise in this space

Preview: Persib vs Sriwijaya

December 7, 2011

Sajian kedua formasi 4-2-3-1 ala Drago Mamic telah dilewati. Tiga poin berhasil diamankan. Dua partai di kandang melawan Semen Padang dan Persiram Raja Ampat dilalui tanpa kekalahan. Satu kali seri dan satu kali menang dengan selisih gol 4:3 tercipta di Stadion jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung. Ada peningkatan permainan pada partai kedua melawan Persiram. Skema penyerangan di pertandingan ini sudah mulai terbentuk perlahan-lahan. Bola dari back four mengalir pendek kepada devensive midfielder (DM) yang ditempati oleh Robbie Gaspar dan diteruskan kepada Miljan Radovic yang bertindak sebagai attaceking midfielder (AM). Lalu Radovic yang mengambil alih kreasi penyerangan di area 50 meter pertahanan lawan. Ada kecenderungan bola yang dialirkan Radovic dan Gaspar lebih sering mengarah ke kedua flank yang ditempati M....

Read more »

Persib 3-2 Persiram: Menyerbu (Hanya) dari Sisi Lapangan

December 6, 2011
Persib 3-2 Persiram: Menyerbu (Hanya) dari Sisi Lapangan

Tiga gol yang bersarang di gawang Persiram Raja Ampat semua berawal dari sayap. Semua percobaan mencetak gol dari dalam kotak penalti juga berawal dari sayap. Jika pun ada percobaan dari tengah, itu pasti dilakukan dari luar kotak penalti lewat tendangan jarak jauh, bukan percobaan dari dalam kotak penalti. Sepanjang 90 menit + 3 menit tambahan waktu, Persib setidaknya memproduksi crossing sebanyak 24 kali. Bandingkan dengan produksi crossing saat menghadapi Semen Padang di pembukaan IPL Oktober silam yang hanya sebanyak 8 kali (2 di babak pertama dan 6 di babak kedua). Itu artinya produksi crossing Persib meningkat sebanyak 300 persen. Simak juga statistik passing yang diproduksi oleh Miljan Radovic yang berposisi sebagai AM (attacking midfielder). Sepanjang pertandingan, Miljan hanya 2...

Read more »

Prediksi: Line-up Persib vs Persiram

December 3, 2011

Pertandingan perdana Persib Bandung di Liga Super Indonesia akhirnya akan digelar juga pada hari Sabtu, 3 Desember 2011 besok. Setelah melakukan serangkaian Training Centre dalam waktu yang panjang, Pasukan Drago Mamic akan segera mengaplikasikan hasil dari program latihan yang telah  mereka  lahap selama ini. Seperti pemain band yang telah latihan berhari-hari untuk konser mereka, inilah waktu pertunjukan bagi para punggawa maung di depan puluhan ribu bobotoh baik yang datang langsung ke Stadion maupun yang melihat mereka di layar kaca. Sempat beredar kabar bahwa beberapa pemain andalan cedera, seperti Abanda Herman yang mengalami cedera pada otot betis kaki kanannya, Robbie Gaspar yang mengalami masalah pada perutnya, M. Nasuha yang masih dalam tahap pemulihan setelah melakukan operasi kista di lutut kanannya,...

Read more »

Player to Watch: Robbie Gaspar

November 24, 2011
Player to Watch: Robbie Gaspar

Catatan khusus dari mengbal.com perihal partai perdana IPL antara Persib vs Semen Padang: terkuncinya 2 Defensive Midfielder (DM) Persib, Toni Sucipto dan Hariono. Dua orang yang semestinya menjadi jantung permainan itu gagal bekerja sama dalam formasi 4-2-3-1 yang diinginkan Drago Mamic. Ini mengakibatkan ada mata rantai yang cenderung hilang antara backline dan gelandang serang. Ini sedikit banyak bisa dimaklumi mengingat tipikal Hariono sebagai gelandang bertipe destroyer yang tugasnya menghancurkan semua alur serangan lawan. Sedangkan Toni Sucipto, yang diharapkan jadi seorang passer, malah terlihat bingung menjalani peran antara menjadi breaker atau passer murni. Lagi-lagi menjadi dapat dimaklumi karena memang di klub sebelumnya Toni hampir tidak pernah bermain menjadi double pivot. Kalaupun bermain di posisi itu, Toni biasanya menjadi gelandang bertahan tunggal dalam pola...

Read more »

Persib & Mitologi 3-5-2

November 14, 2011
Persib & Mitologi 3-5-2

Simaklah 2 pernyataan Sukowiyono  setelah pertandingan Persib kontra Semen Padang beberapa waktu yang lalu: “Kalau menurut saya formasi 4-2-3-1 lebih cocok diterapkan di laga tandang. Untuk di kandang, sebaiknya pakai pola lebih menyerang, seperti 4-4-2 atau 4-3-3,” “Pelatih harus mengantisipasi ketika Persib bermain tandang, karena tim lawan pasti akan memfokuskan menyerang. Dengan formasi 4-2-3-1 yang mengandalkan satu striker sangat cocok diterapkan di partai away, karena Persib pasti bakal lebih banyak digempur lawan,” Jika ditambah tulisan di media tersebut yang menyatakan “Kultur sepak bola di Indonesia terbilang berbeda dengan negara-negara lainnya. Tim yang bermain di kandang biasanya akan bermain lebih menyerang dibanding tim tamu” menjadi hal menarik jika harus ada kata “kultur” yang harus diikutkan. Dalam sepakbola, taktik adalah sebuah...

Read more »

Bagaimana 4-2-3-1 Bekerja?

October 27, 2011
Bagaimana 4-2-3-1 Bekerja?

Drago Mamic datang dengan membawa formasi 4-2-3-1. Ini pola yang sangat jarang, atau kalau boleh dibilang, tidak pernah digunakan Persib dalam kurun waktu 15-10 tahun terakhir. Sebagaimana mayoritas klub di Indonesia, 3-5-2 (dengan libero) menjadi formasi utama Persib. Dalam 4 tahun terakhir sendiri mulai mengemuka wacana perihal usangnya pola 3-5-2, tidak terkecuali di Persib. 4 pelatih terakhir Persib, dari mulai Jaya Hartono, Daniel Darko, Jovo sampai Daniel Roekito, beberapa kali sudah mencoba menggunakan pola 4-4-2. Sayangnya, transisi itu tak pernah berlangsung mulus. Saat menjadi pelatih Persib, Jaya Hartono sempat “ngotot” dengan pola 4-4-2. “Dengan pola 4-4-2 saya bertekad menciptakan Persib yang bermain cantik sekaligus menyerang. Persib harus bisa main menyerang tanpa meninggalkan ciri permainan indah yang sudah terkenal,” papar...

Read more »

O Captain! My Captain!*

October 4, 2011
O Captain! My Captain!*

Salah satu PR yang harus dipecahkan oleh Drago Mamic adalah siapa yang akan diberi tanggungjawab menjadi kapten Persib Bandung? Dan dalam proses pencarian dan seleksi itu, Mamic pasti akan segera mengerti: di Persib, jabatan kapten itu sangat amat berat dan (ini yang menyedihkan) selalu saja gagal diemban. Dalam dua musim terakhir, jabatan kapten Persib tak pernah permanen. Beberapa nama pernah menyandang ban kapten: Cecep Supriatna, Eka Ramdani, Maman Abdurrahman, Nova Arianto dan kembali ke lengan Eka Ramdani. Sebelum pindah ke tangan Maman, Eka Ramdani terang-terangan merasa tak sanggup menyandang beban ditambah cara komunikasinya yang —dalam pengakuan Eka sendiri waktu itu— tidak cukup memadai. Tapi Maman kemudian juga menyerah. Ia mengaku tak sanggup menahan beban berat sebagai kapten Maung Bandung. Ban...

Read more »